Kerjasama Pendidikan

Jumat, 12 September 2025 - 09:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Psikologi UKWMS Gaungkan Kesadaran Cegah Pedofilia Lewat Workshop Internasional Kupas Strategi Prediksi dan Pencegahan

Surabaya | klikku.id – Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FPSI UKWMS) mengajak masyarakat lebih peduli terhadap perlindungan anak dari ancaman pedofilia.

Lewat workshop internasional bertema “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?”, isu yang kerap dianggap tabu itu dibahas secara terbuka.

Acara digelar di Ruang Teater Timur, Kampus UKWMS Pakuwon City, Kamis (11/9/2025), menghadirkan psikolog forensik sekaligus psikoterapis asal Italia, Prof. Aureliano Pacciolla, Ph.D., penerima Victor Frankl’s Award 2024. Peserta terdiri atas mahasiswa, dosen, praktisi psikologi, dan tenaga kesehatan.

Dekan FPSI UKWMS Agnes Maria Sumargi, M.Psych., Ph.D., Psikolog, mengatakan pentingnya membicarakan isu ini secara jujur.

“Topik ini menggelisahkan, tetapi justru karena itu kita harus berani membicarakannya demi perlindungan anak-anak,” ujarnya.

Wakil Rektor I UKWMS Dr. F.V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si. menyebut pedofilia sebagai “kebenaran yang tidak menyenangkan” yang wajib dihadapi bersama.

Dalam paparannya, Prof. Aureliano menekankan pencegahan melalui edukasi sejak dini. Anak-anak usia 5–12 tahun perlu dikenalkan pada situasi berisiko, termasuk saat menginjak remaja 15–16 tahun.

“Ajari mereka mengenali kondisi berbahaya dan segera melapor kepada guru atau orang tua,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode pengajaran bisa berbentuk gambar, kartun, animasi, hingga cerita yang mudah dipahami agar anak lebih waspada terhadap lingkungannya.

Soal penanganan pelaku, Aureliano menilai rehabilitasi penting meskipun penyembuhan total sulit dicapai. “Kita harus merawat mereka, menjaga emosinya,” katanya.

Moderator Erlyn Erawan, M.Ed. menggarisbawahi penjelasan tentang perbedaan antara perilaku normal dan parafilia yang terletak pada kata consent.

“Anak-anak tidak mampu memberikan persetujuan yang sah, apalagi jika berada dalam ancaman. Dalam kondisi apa pun kita harus berani berkata tidak,” tegasnya.

FPSI UKWMS berharap kegiatan ini mendorong kesadaran publik bahwa pedofilia bukan sekadar masalah pribadi, melainkan tantangan sosial yang perlu ditangani bersama.

Edukasi, keberanian, dan kepedulian menjadi kunci melindungi anak dari kekerasan seksual. @Man


 

60

Baca Lainnya