Pelayanan Publik Pemerintahan

Rabu, 24 September 2025 - 09:49 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Mentan Puji Surabaya, Sukses Kendalikan Harga hingga Deflasi 0,07 Persen

Surabaya | klikku.id – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas keberhasilan menekan laju inflasi.

Bahkan, kota pahlawan mencatat deflasi 0,07 persen. Pujian itu disampaikan langsung saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Jawa Timur di Taman 10 Nopember, Tambaksari, Selasa (23/9).

“Pak Wali Kota Eri Cahyadi luar biasa, karena Surabaya deflasi 0,07 persen. Ini harus jadi contoh bagi daerah lain,” kata Menteri Amran.

Dalam gelaran GPM tersebut, Pemkot Surabaya bersama Bulog dan Pemprov Jatim menyediakan 10 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, juga disiapkan komoditas kebutuhan pokok lain seperti telur, minyak, gula, cabai, dan bawang.

Mentan menegaskan pentingnya menjaga harga beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut dia, Surabaya sudah menjalankan hal itu dengan menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar.

“Kami lakukan pengecekan terus. Jangan ada yang menjual beras di atas HET. Terima kasih Surabaya,” tegasnya.

Amran menyebut Jawa Timur menjadi titik awal operasi pasar besar-besaran. Hari itu, pemerintah melepas 2.400 ton beras SPHP. Ia juga memastikan program serupa akan digelar rutin di daerah lain.

“Bulog harus buka 24 jam. Rakyat tidak boleh berjalan sendiri. Presiden Prabowo meminta saya turun langsung ke lapangan, memastikan pasokan aman hingga akhir tahun,” ujarnya.

Saat ini, stok beras nasional mencapai 1,3 juta ton, ditambah 1 juta ton cadangan untuk operasi pasar. Angka itu disebutnya sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Kita apresiasi Ibu Gubernur dan Pak Wali Kota yang mau turun langsung mendengar suara rakyat,” tambah Amran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan GPM di Taman Mundu terlaksana berkat kerja sama erat dengan Kanwil Bulog Jatim dan Pemprov Jatim.

“Komoditas disediakan oleh Bulog Kanwil Jatim dan provinsi. Untuk beras ada 10 ton, telur 100 kilogram, gula 1 ton, minyak 700 liter, serta cabai dan bawang masing-masing 200 kilogram,” jelasnya.

Menurut Antiek, kegiatan itu terbukti memberi dampak nyata terhadap harga pangan di Surabaya. “Beras bahkan tidak masuk 10 besar penyumbang inflasi. Justru sekarang kita deflasi 0,07 persen,” ujarnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Antiek, akan terus menggulirkan GPM, pasar murah, dan intervensi langsung ke pasar demi menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat.

“Kegiatan ini akan rutin dilakukan agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” pungkasnya. R3D


 

112

Baca Lainnya