Sampang | klikku.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus mendorong peningkatan hasil pertanian melalui program Inovasi Pertanian (Intani).
Program ini digagas sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Suyono, mengatakan Intani dirancang untuk melahirkan solusi baru atas berbagai persoalan yang dihadapi petani.
“Selain meningkatkan produksi, program ini juga mendukung prioritas pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya, Jumat (26/9).
Melalui Intani, Pemkab melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan kelompok tani di 180 desa dan kelurahan pada 14 kecamatan.
Berbagai inovasi mulai diperkenalkan, di antaranya smart farming dengan pemanfaatan panel surya dan sistem irigasi otomatis, hingga hidroponik untuk budidaya tanaman tanpa tanah.
“Hidroponik sudah dicoba masyarakat, misalnya menanam kangkung di lahan kosong. Cara ini jadi solusi pertanian modern, bahkan bisa diterapkan di pekarangan rumah,” terang Suyono.
Ia menambahkan, inovasi tersebut terbukti memberdayakan warga dengan keterbatasan lahan. Hasil panen dari program Intani juga dipamerkan dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, menegaskan inovasi dan kolaborasi adalah kunci peningkatan sektor pertanian.
“Karena itu, Pemkab serius menjadikan Intani sebagai program berkelanjutan untuk mendorong produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya. R3D
