Kerjasama Pendidikan

Rabu, 12 November 2025 - 18:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

LPDP Bocorkan Skema Beasiswa 2026 di Kampus Unusa

SURABAYA | klikku.id – Kabar gembira bagi civitas akademika Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU) di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (11/11).

Kesepakatan yang ditandatangani Direktur Utama LPDP Sudarto dan Ketua LPT PBNU Prof Ainun Naim itu menjadi tonggak penting sinergi antara LPDP dan PTNU.

Kerja sama ini membuka akses beasiswa studi lanjut magister dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri, bagi dosen, tenaga kependidikan, serta lulusan terbaik PTNU.

Usai MoU, LPDP menggelar sosialisasi khusus berisi bocoran skema beasiswa 2026, yang akan mulai dibuka awal tahun depan.

Unusa menjadi salah satu dari tiga kampus pertama yang dikunjungi LPDP, untuk memaparkan arah kebijakan baru pembiayaan beasiswa dan riset.

“Kolaborasi ini wujud komitmen LPDP untuk memperkuat SDM unggul di lingkungan Nahdlatul Ulama,” tegas Sudarto.

Ia menyebut, tagline ‘NU Merawat Jagat Membangun Peradaban’ sejalan dengan visi LPDP dalam membangun peradaban lewat pendidikan.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Ph.D menambahkan, Indonesia masih tertinggal dalam jumlah penduduk berpendidikan pascasarjana, baru 0,53 persen, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Karena itu, dana abadi LPDP kini meningkat menjadi Rp181 triliun untuk memperluas jangkauan penerima.

Namun, dari 50 ribu pendaftar setiap tahun, hanya sekitar 4.000 orang yang dapat dibiayai. “Idealnya kita butuh Rp1.000 triliun agar tidak ada lagi keterbatasan dana,” ungkap Dwi.

Untuk 2026, LPDP akan fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) sebesar 80 persen, serta non-STEM 20 persen.

Dwi bahkan menyebut calon penerima bisa mengusulkan bidang baru dalam kategori General STEM jika dinilai strategis bagi masa depan bangsa.

“Desember kami buka detailnya, Januari mulai pendaftaran. Tujuannya tetap sama: mendukung industri, riset, dan kemajuan bangsa.” ujar Dwi. AMan


 

129

Baca Lainnya