SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperluas kerja sama strategis dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dalam bidang pendidikan pascasarjana dan riset, khususnya melalui pengembangan program dual degree serta joint supervision untuk jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).
Kesepakatan tersebut tercapai dalam kunjungan delegasi ITS ke UTM pada Rabu (12/11). Imam Baihaqi, Wakil Rektor III ITS, menyebut kolaborasi ini meneguhkan hubungan panjang kedua institusi sekaligus memperkuat daya saing riset di kawasan ASEAN.
“Joint supervision untuk S2 dan S3 ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas riset yang berdampak pada industri maupun kebijakan nasional,” ujarnya.
Salah satu skema yang disiapkan adalah model 2+2 untuk program berbasis coursework, di mana mahasiswa menempuh studi dua tahun di UTM dan dua tahun di ITS untuk memperoleh dua gelar sekaligus.
Untuk program doktoral, kedua kampus menyiapkan pembimbingan bersama serta remote supervision, dengan proyek percontohan yang direncanakan mulai berjalan pada angkatan 2026.
Riset kolaboratif akan difokuskan pada bidang teknik, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), kota cerdas dan infrastruktur, serta pendidikan teknik dan vokasi (TVET).
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan hibah riset bersama, publikasi internasional, dan pertukaran peneliti pascadoktoral.
ITS menyebut inisiatif tersebut mendukung capaian SDG 4, SDG 9, dan SDG 17, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta penguatan inovasi dan kemitraan global. AMan
