Peristiwa

Rabu, 19 November 2025 - 17:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Awan Panas Semeru Meluncur 7 Km, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

LUMAJANG | klikku.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Rabu (19/11) sore, gunung tertinggi di Jawa itu memuntahkan awan panas dengan jarak luncur mencapai 7 kilometer dari puncak. Aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung hingga petang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyebut erupsi terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kolom letusan menjulang setinggi 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 mdpl.

“Awan panas masih bergerak. Luncur sudah mencapai 7 kilometer dari puncak,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Kolom abu tampak pekat berwarna kelabu, condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. Hingga laporan dibuat, aktivitas vulkanik belum menunjukkan tanda mereda.

Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan kembali larangan aktivitas warga di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 8 km dari puncak.

“Di luar zona 8 km, masyarakat juga diminta tidak mendekati area 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 km,” jelas Mukdas.

Selain itu, warga diminta menjauhi radius 2,5 km dari kawah/puncak Semeru untuk menghindari ancaman lontaran batu pijar.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai yakni guguran lava dan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi lahar di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan, terutama saat hujan lebat mengguyur kawasan lereng Semeru.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih memantau intensitas erupsi dan belum ada laporan korban jiwa. Warga diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti seluruh rekomendasi resmi untuk menghindari risiko bencana. R3d


 

135

Baca Lainnya