Pendidikan Peristiwa

Selasa, 25 November 2025 - 13:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Peringati Hari Guru, BLAS Gelar Sosialisasi Anto Bullying di SD Wachid Hasyim Surabaya

SURABAYA | klikku.id – Ratusan siswa SD Wachid Hasyim Surabaya mengikuti kegiatan sosialisasi bertema “Sosialisasi Anti Bullying – Kamu Bagian dari Solusi Mencegah Bullying, Stop Bullying Mari Berteman” di halaman sekolah, Selasa (25/11/2025).

Acara ini digelar Bengkel Lakune Arek Suroboyo (BLAS) dalam rangka memperingati Hari Guru ini, diikuti siswa kelas 3 hingga 6, dengan metode dialog, edukasi, dan pembacaan puisi.

Ketua BLAS, Abdul Hakim, mengatakan sosialisasi ini digelar agar anak-anak semakin memahami dampak buruk bullying. Serta berani menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.

“Kami ingin anak-anak bisa akrab satu sama lain, tidak saling mengganggu, dan merasa aman belajar di sekolah. Mereka harus bebas berpendapat, bebas berbicara, tanpa rasa takut atau intimidasi,” ujarnya.

Ia juga berharap, program edukasi ini juga menjadi langkah awal membangun budaya sekolah yang lebih ramah dan menghargai perbedaan.

Dalam kegiatan ini, BLAS menghadirkan dua narasumber, Joris Lato dan Anik Purwantini, untuk memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis bullying dan cara mencegahnya.

Dalam materinya, Joris Lato menyampaikan edukasi dengan pendekatan kreatif, yaitu pembacaan puisi bertema anti-bullying.

“Kami ingin adik-adik sadar bahwa bullying itu menyakiti. Harapannya tidak ada lagi kasus bullying di sekolah ini,” katanya.

Sementara Anik Purwantini meminta anak-anak agar berhati-hati dalam bermain medsos. Sebab, bullying tidak hanya terjadi di kehidupan nyata.

“Ada cyber bullying, yakni aksi bullying lewat media sosial secara digital yang juga sangat berbahaya. Sebab pelakunya bisa darimana saja. Bahkan mereka yang tidak kenal dengan kita pun, bisa menjadi pelakunya,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fadilah Tarwiyah Isnaini, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi siswanya.

“Harapan kami setelah sosialisasi ini, anak-anak paham apa itu bullying, apa saja bentuknya, dan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Mereka juga harus bisa mencegah atau saling mengingatkan agar kasus seperti ini tidak terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus wakil kepala sekolah bidang sarpras, Achmad Fahmy, menambahkan edukasi ini sejalan dengan nilai keagamaan di sekolah.

“Kami punya tradisi pembelajaran agama seperti Tahfidz, Yasin, dan Istighosah. Harapannya anak-anak lulus bukan hanya cerdas akademik, tapi juga berakhlak baik dan menjauhi bullying,” ujarnya.

Fahmy berharap, kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan penuh empati. AMan


 

111

Baca Lainnya