Kesehatan Pemerintahan Peristiwa

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

UNUSA & UNICEF Luncurkan Pedoman Baru, Dukung Pemkab Lumajang Perangi Stunting

LUMAJANG | klikku.id – Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Lumajang mendapat dorongan besar dengan diluncurkannya Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP).

Dokumen ini disusun Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama UNICEF, dan resmi didiseminasikan melalui kerja sama dengan Pemkab Lumajang, khususnya Dinas Kesehatan.

Acara peluncuran dihadiri perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Lumajang, Ketua TP-PKK, jajaran OPD, BPS, Kemenag, kepala puskesmas, hingga media lokal.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa stunting bukan hanya urusan medis, tetapi masalah pembangunan jangka panjang yang harus ditangani bersama.

Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menegaskan bahwa stunting adalah ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Ini bukan sekadar kurang gizi, tetapi menyangkut masa depan sumber daya manusia kita,” ujarnya.

Indah menyebut perubahan perilaku menjadi kunci penting dalam penanganan stunting. Karena itu, pedoman yang baru diluncurkan diharapkan menjadi pegangan bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga media lokal.

“Penanganannya tidak boleh biasa-biasa saja. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan seiring. Pedoman ini memberi standar yang jelas dalam menyampaikan pesan kesehatan,” imbuhnya.

Pedoman KPP memuat segmentasi sasaran, perumusan pesan inti, pendekatan berbasis budaya lokal, serta mekanisme koordinasi lintas sektor. Tujuannya memastikan setiap edukasi di lapangan konsisten, tepat sasaran, dan mudah dipahami.

Sabania, dosen UNUSA sekaligus PIC penyusunan pedoman, menjelaskan bahwa dokumen tersebut dirumuskan melalui proses panjang selama satu tahun.

“UNUSA dan UNICEF bekerja intensif dengan berbagai OPD untuk menyusun strategi komunikasi berbasis data dan kondisi sosial masyarakat. Harapannya pedoman ini tidak hanya bermanfaat bagi Lumajang, tetapi dapat direplikasi daerah lain,” ujarnya.

Meski angka stunting di Lumajang terus menunjukkan perbaikan, tantangan seperti pola pengasuhan, akses pangan bergizi, dan perilaku sanitasi tetap menjadi pekerjaan besar. Dengan pedoman baru ini, strategi edukasi masyarakat diyakini akan semakin kuat.

Kolaborasi UNUSA, UNICEF, dan Pemkab Lumajang diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan anak sekaligus memperkokoh fondasi sumber daya manusia Lumajang di masa depan. AMan


 

221

Baca Lainnya