SURABAYA | klikku.id — Industri pastry memasuki fase baru. Generasi Z kini menjadi “penentu arah” tren kue dan dessert, dari soal tampilan hingga karakter rasa.
Tak lagi mengejar manis berlebihan, pasar muda justru mendorong kue rendah gula dengan visual yang estetik dan cita rasa seimbang.
Chef pastry JW Marriott Surabaya, Gabriela Edijanto, mengungkapkan bahwa Gen Z punya pola selera unik. Mereka menyukai kue yang tampil menarik untuk media sosial, namun tetap memprioritaskan rasa.
“Visual itu penting, tapi rasa tetap nomor satu. Mereka suka yang unik, lucu, beda, tapi tidak terlalu manis,” ujar Gabriela, pekan lalu.
Menjelang 2026, dua rasa diprediksi tetap mendominasi pasar: matcha dan pistachio. Selain kuat secara rasa, keduanya dianggap “ramah kamera” karena warna alami yang menarik dan mudah dikreasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari cake, minuman, hingga es krim.
Tak hanya soal rasa, arah baru industri pastry juga dipengaruhi kesadaran kesehatan. Permintaan kue rendah gula meningkat tajam, terutama di kalangan anak muda.
“Kue low sugar sekarang makin dicari. Generasi sekarang jauh lebih peduli kesehatan,” tambah Gabriela.
Namun tren rendah gula tak berarti mengorbankan kualitas. Justru, para pastry chef mulai mengandalkan bahan alami, seperti ekstrak buah dan pemanis dalam kadar seimbang. Selain lebih sehat, pendekatan ini menghasilkan rasa yang lebih ringan dan menyegarkan.
Tren rasa pun ikut bergeser. Dulu dominan manis. Kini kombinasi asin, pahit, dan asam mulai banyak dieksplorasi untuk menciptakan sensasi baru di mulut.
“Orang sekarang lebih suka dessert yang ringan dan fresh. Rasa asin, pahit, dan asam, mulai banyak dimainkan,” jelasnya.
Dengan perubahan gaya hidup dan selera Gen Z yang dinamis, industri pastry diperkirakan terus berkembang sepanjang 2026, dengan fokus pada tampilan estetik, rasa seimbang, dan inovasi bahan yang lebih ramah bagi kesehatan. AMan
