Daerah Hallo Polisi

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:43 WIB

5 bulan yang lalu

logo

AKBP Hendro S.H S.I.K M.I.K jenguk anggotanya yang alami luka saat penangkapan terduga maling ternak di Desa Kapor, Kecamatan Burneh. Dok Anam klikku.id ist.

AKBP Hendro S.H S.I.K M.I.K jenguk anggotanya yang alami luka saat penangkapan terduga maling ternak di Desa Kapor, Kecamatan Burneh. Dok Anam klikku.id ist.

Lindungi Warga dari Pencurian Ternak, Anggota Polres Bangkalan Terluka Saat Bertugas di Burneh

Bangkalan |klikku.id – Komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat kembali diuji di lapangan. Seorang anggota Polres Bangkalan mengalami luka bacok saat menjalankan tugas pengayoman keamanan warga dalam pengungkapan kasus pencurian sapi di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi ketika aparat kepolisian berupaya mencegah dan memberantas tindak kriminal pencurian ternak yang selama ini meresahkan warga. Kapolres Bangkalan AKBP Hendro S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa langkah yang dilakukan jajarannya semata-mata demi menjaga ketertiban dan melindungi hak masyarakat atas rasa aman.

“Jumat malam sekitar jam 10 sampai dengan tadi pagi Sabtu dini hari, tim kami sekitar sembilan orang turun ke daerah Burneh, tepatnya di wilayah Kapor. Kami membuntuti tiga terduga pelaku yang diduga kuat terlibat pencurian sapi,” ujar AKBP Hendro.

Menurut Kapolres, salah satu terduga pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang sebelumnya pernah diamankan oleh Polres Bangkalan. Hal ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat potensi ancaman terhadap keselamatan warga.

“Salah satunya merupakan residivis yang pernah diamankan pada tahun 2020 terkait pencurian dengan kekerasan,” jelasnya.

Dalam proses penindakan, aparat kepolisian menghadapi perlawanan berbahaya dari pelaku yang menggunakan senjata tajam. Situasi tersebut tidak hanya mengancam petugas, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.

“Saat dini hari terjadi perlawanan yang mengakibatkan anggota kami terluka di bagian perut kanan dan pinggang belakang kiri,” ungkap Kapolres.

AKBP Hendro menegaskan bahwa dalam setiap tindakan, Polri selalu mengedepankan prosedur dan prinsip kehati-hatian. Tembakan peringatan telah dilepaskan sebagai upaya terakhir untuk menghentikan pelaku.

“Kami sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Pelaku masih mengacungkan senjata tajam ke arah anggota kami,” tegasnya.

Karena ancaman yang terus berlanjut, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur untuk melindungi diri dan memastikan keselamatan warga sekitar.

“Anggota kami melumpuhkan pelaku di bagian kaki. Namun pelaku tetap melakukan perlawanan hingga akhirnya lemas dan berhasil diamankan,” tambah AKBP Hendro.

Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, satu pelaku lainnya berhasil diamankan dan satu terduga masih dalam pengejaran.

Kapolres Bangkalan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bukti nyata risiko yang dihadapi anggota Polri dalam menjalankan tugas negara.

“Apa yang dilakukan anggota kami adalah bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dari ancaman kejahatan,” pungkasnya.

Saat ini, anggota Polres Bangkalan yang terluka masih menjalani perawatan medis. Polres Bangkalan memastikan pengusutan kasus tetap berjalan dan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri terus dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

(Anam)


Jika Anda menghendaki:

  • versi narasi institusional Polri (Humas Presisi)
  • versi human interest pengabdian aparat
  • atau rilis resmi pendek untuk media online & medsos

saya siap menyesuaikan.

230

Baca Lainnya