Nasional

Senin, 19 Januari 2026 - 17:30 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dok klikku.id Foto.

Dok klikku.id Foto.

Tagar #MuhammadQasim Kembali Guncang Trending Topic X Amerika Serikat, Picu Diskursus Politik-Spiritual Global

NEW YORK | klikku.id — Untuk kesekian kalinya, ruang digital Amerika Serikat kembali diguncang oleh fenomena yang berada di persimpangan antara spiritualitas, geopolitik, dan opini publik global. Tagar #MuhammadQasim dilaporkan kembali menembus jajaran top trending topic platform X (sebelumnya Twitter) wilayah Amerika Serikat, menandai menguatnya narasi alternatif yang bergerak di luar arus utama media Barat.

Berdasarkan pemantauan sejumlah pelacak tren independen seperti GetDayTrends dan Trends24, kata kunci Muhammad Qasim sempat bertengger di peringkat tiga besar tren nasional AS, serta bertahan di 10 besar trending selama lebih dari tiga jam. Sebuah capaian yang dinilai tidak lazim, mengingat topik tersebut berangkat dari figur non-negara, non-institusional, dan berakar pada pengalaman spiritual personal.

Dari Mimpi Spiritual ke Arena Politik Opini
Muhammad Qasim, pria asal Pakistan yang dikenal luas karena klaim mimpi-mimpinya tentang akhir zaman, konflik global, dan kebangkitan umat manusia, kini menjelma menjadi fenomena diskursus digital lintas budaya. Di Amerika Serikat pusat ekosistem informasi dan algoritma global kemunculan narasi semacam ini tidak dapat dilepaskan dari konteks politik identitas, krisis kepercayaan publik terhadap institusi, serta meningkatnya minat terhadap wacana non-mainstream.

Pengamat media menilai, viralnya tagar ini menunjukkan bahwa ruang publik digital Barat semakin terbuka terhadap narasi spiritual-politik dari dunia Islam, terutama di tengah kelelahan publik atas isu politik elektoral, konflik internasional, dan ketidakpastian global.

Relawan, Algoritma, dan “Validasi Global”
Para relawan dan pendukung penyebaran pesan Muhammad Qasim menyambut capaian ini sebagai bentuk validasi global. Bahkan, posisi tren yang sempat mendekati peringkat dua nasional AS disebut melampaui lonjakan serupa yang terjadi pada periode sebelumnya.

“Alhamdulillah, ini sudah sangat luar biasa. Tren kali ini jauh lebih kuat dari dua minggu lalu. Kami meyakini semua ini terjadi atas kehendak dan pertolongan Allah SWT,” ujar salah satu relawan dalam pernyataan daring.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana narasi keagamaan kini berinteraksi langsung dengan mekanisme algoritma global, menjadikan media sosial bukan sekadar ruang komunikasi, tetapi arena kontestasi makna dan keyakinan.

Kontroversi Pesan dan Tantangan Ruang Publik
Di balik lonjakan popularitas, pesan-pesan yang dikaitkan dengan Muhammad Qasim juga memicu perdebatan. Salah satunya adalah beredarnya daftar “19 Pesan Mimpi tentang Syirik Modern dan Cara Menghindarinya”, yang memuat panduan ketat terkait gambar makhluk bernyawa, simbol budaya populer, hingga praktik digital seperti penggunaan emoji dan foto profil.

Bagi sebagian kalangan, pesan tersebut dipandang sebagai seruan pemurnian akidah. Namun bagi pihak lain, ia memunculkan pertanyaan serius tentang batas antara keyakinan personal, kebebasan berekspresi, dan implikasinya terhadap kehidupan sosial modern, termasuk relasi dengan negara, budaya visual, dan teknologi.

Antara Kebebasan, Kepercayaan, dan Politik Persepsi
Fenomena #MuhammadQasim di Amerika Serikat menegaskan satu hal: politik hari ini tidak lagi melulu soal partai dan kekuasaan, melainkan juga tentang siapa yang menguasai narasi, kepercayaan, dan imajinasi publik global.

Hingga berita ini diturunkan, arus percakapan tentang Muhammad Qasim masih terus bergulir di platform X, menempatkannya sebagai salah satu topik paling diperbincangkan di ruang digital internasional. Apakah ini akan berakhir sebagai fenomena sesaat, atau justru menjadi bagian dari dinamika baru politik-opini berbasis spiritualitas global, waktu yang akan menjawab.

(Anam)

285

Baca Lainnya