Kesehatan Pendidikan

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:28 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Pulang ke Papua, Nabila Ingin Lanjutkan Jejak Pengabdian Sang Ibu

SURABAYA | klikku.id – Senyum Nabila Yusmawati tak pernah lepas saat namanya dipanggil dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dokter di Auditorium Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rabu (11/2).

Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa itu resmi menyandang gelar dokter. Namun bagi Nabila, momen tersebut bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan pulang.

Perempuan kelahiran 2000 itu besar di Manokwari, Papua Barat. Sejak kecil, ia akrab dengan aktivitas pelayanan kesehatan di pedalaman. Sang ibu merupakan dokter sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat.

Tak jarang, Nabila ikut dalam perjalanan panjang hingga 12 jam menembus jalan tanah berlumpur demi menjangkau masyarakat.

“Jalannya masih tanah dan sering terjebak, jadi harus menunggu bantuan. Tapi dari situ saya melihat langsung keterbatasan tenaga medis,” ujarnya.

Pengalaman itu membekas. Ia menyaksikan bagaimana warga menyambut tenaga kesehatan dengan penuh harap. Bahkan, hasil kebun kerap diberikan sebagai tanda terima kasih. Kehangatan itulah yang menumbuhkan kecintaannya pada dunia medis.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku tak pernah dipaksa memilih profesi dokter. Orang tuanya hanya berpesan agar ia yakin dan serius. “Masuk kedokteran itu satu hal. Tapi menjalaninya sampai selesai butuh komitmen,” katanya.

Kini, dua adiknya juga menapaki jalur serupa. Satu tengah menjalani koas di FK Unusa, sementara yang bungsu kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Negeri Jember.

Semasa kuliah, Nabila aktif di Tim Bantuan Medis (TBM) dan berbagai kegiatan kerelawanan. Interaksi dengan beragam karakter pasien memperkaya sudut pandangnya tentang pelayanan kesehatan.

Ke depan, ia ingin kembali mengabdi di Papua sebagai dokter umum. Soal spesialis, ia mempertimbangkan bidang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti dokter anak atau kulit dan kelamin.

“Kalau bisa, saya ingin menghadirkan layanan spesialis dengan biaya yang lebih terjangkau,” tuturnya.

Bagi Nabila, menjadi dokter bukan sekadar profesi. Itu adalah cara untuk menghadirkan harapan di tanah yang membesarkannya. AMan


 

95

Baca Lainnya