Pendidikan Peristiwa

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:29 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dokter Pertama di Keluarga, Pia Siap Pulang Mengabdi ke Mobagu

SURABAYA | klikku.id – Rabu (11/2) siang menjadi hari yang tak terlupakan bagi Praditya Afrilia. Perempuan asal Mobagu, Sulawesi Utara, itu resmi menyandang gelar dokter setelah dilantik dan diambil sumpah di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa).

Pia, sapaan akrabnya, mencuri perhatian bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena tekadnya yang kuat: pulang ke kampung halaman untuk mengabdi. Ia tercatat sebagai dokter pertama di keluarganya. Sebuah capaian yang lahir dari proses panjang dan dukungan penuh orang tua.

Ayah dan ibunya berprofesi sebagai guru di Mobagu. Sejak kecil, Pia tumbuh dalam suasana keluarga pendidik yang menanamkan nilai pengabdian. Meski dunia kedokteran berbeda dengan latar belakang keluarganya, orang tua Pia tak pernah membatasi pilihan.

“Ini sangat berarti bagi saya. Saya dokter pertama di keluarga, dan orang tua sangat mendukung sejak awal,” ujar Pia usai prosesi sumpah.

Dukungan itu menjadi bekal penting saat Pia menempuh pendidikan kedokteran yang terkenal berat. Di tengah padatnya kuliah dan praktik, bayangan tentang Mobagu selalu hadir sebagai pengingat.

Ia kerap mendengar cerita warga yang menunda berobat karena fasilitas terbatas atau jarak layanan kesehatan terlalu jauh.

“Tenaga kesehatan di sana masih kurang. Di wilayah-wilayah pelosok, kebutuhan dokter sangat besar,” kata perempuan kelahiran Mobagu, 3 April 2001 itu.

Berbeda dengan banyak dokter muda yang memilih berkarier di kota besar, Pia justru menyiapkan langkah pulang. Baginya, menjadi dokter bukan hanya soal profesi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan.

Tentang seseorang yang bisa memberi pertolongan lebih cepat, mengedukasi masyarakat, dan membuat pasien merasa tidak sendirian.

Ia meyakini, kehadiran dokter di daerah seperti Mobagu memiliki arti besar. Bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerahnya sendiri.

Kini, setelah resmi menyandang gelar dokter, Pia membawa misi pribadi: memulangkan ilmu ke tanah kelahirannya. Dari Surabaya ke Sulawesi Utara, ia siap kembali, bukan sekadar pulang, tapi mengabdi. AMan


 

87

Baca Lainnya