Ekonomi Bisnis Kerjasama Teknologi IT

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:29 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Bersama Bank Indonesia, Eptilu Garut Satukan Koperasi, Wisata, dan Teknologi, Jadi Agrobisnis Modern

GARUT | klikku.id – Pertanian hortikultura di dataran tinggi Cikajang, Kabupaten Garut, menunjukkan wajah baru.

Eptilu, kelompok tani binaan Bank Indonesia, berkembang menjadi model agribisnis terpadu, yang menggabungkan produksi, koperasi, agrowisata, hingga sistem digital dalam satu rantai usaha.

Berdiri sejak 2013, Eptilu kini mengelola lebih dari 75 hektar lahan, dengan komoditas utama jeruk lemon, cabai, tomat, dan kentang. Seluruh aktivitas dikoordinasikan melalui Koperasi Produsen Eptilu, yang menaungi 27 anggota tetap, serta 125 petani binaan, mayoritas berusia muda.

Founder Eptilu, Rizal Fahreza, menjelaskan bahwa pengelolaan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi. “Proses budidaya, pengolahan hasil, hingga distribusi dirancang dalam satu sistem tertutup. Agar kualitas produk dan kepastian pasar terjaga,” ujarnya, saat sesi kunjungan media yang difasilitasi Bank Indonesia Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).

“Petani tetap menjadi pemilik produksi. Sementara koperasi memastikan standar mutu dan akses pasar berjalan konsisten,” tambahnya.

Founder Eptilu, Rizal Fahreza

Ia juga menjabarkan, hasil panen Eptilu dipasarkan ke pasar induk, ritel modern, jaringan hotel, restoran & kafe, serta reseller di berbagai kota. “Sementara untuk menjaga stabilitas harga saat panen melimpah. Eptilu juga mengembangkan produk olahan, seperti es krim buah, keripik kentang, hingga aneka olahan abon cabai,” tuturnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Eptilu juga memadukan konsep agrowisata edukatif. Pengunjung dapat memetik jeruk langsung dari kebun. Sekaligus menikmati sajian berbasis hasil panen sendiri, melalui konsep farm to table. Model ini memperkuat nilai tambah sekaligus promosi produk lokal.

“Dalam pengelolaan lahan, kami mulai menerapkan digital farming. Pencatatan produksi, perencanaan tanam, dan distribusi dilakukan berbasis data, untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko fluktuasi pasokan,” ungkapnya.

“Pendampingan Bank Indonesia meliputi penguatan kelembagaan koperasi, manajemen usaha, hingga fasilitasi akses promosi dan pasar. Kolaborasi ini dmampu memperkuat daya saing hortikultura. Sekaligus menjadikan Eptilu, sebagai percontohan pengembangan klaster pertanian modern yang berkelanjutan,” pungkasnya. AMan


 

102

Baca Lainnya