Daerah Ekonomi Bisnis Kasuistika

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

1 jam yang lalu

logo

Dok Anam foto gmbar ist klikku.id Biro Bangkalan.

Dok Anam foto gmbar ist klikku.id Biro Bangkalan.

Tumpukan Sampah di Bangkalan Mulai Terangkut, DLH Lembur Tiga Hari Buang Sampah yang 12 Hari Menumpuk

BANGKALAN | klikku.id — Keluhan warga terkait tumpukan sampah di sejumlah titik wilayah Bangkalan mulai mendapat penanganan dari Dinas Lingkungan Hidup atau DLH setempat. Sejumlah tumpukan sampah yang sebelumnya dikeluhkan warga di Tempat Penampungan Sementara atau TPS hingga kawasan pasar kini mulai diangkut secara bertahap.

Persoalan sampah tersebut dalam beberapa minggu terakhir menjadi perhatian masyarakat. Warga mengeluhkan sampah yang tidak segera terangkut, menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu pemandangan, serta dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan.

Tumpukan sampah di beberapa titik juga sempat memunculkan sorotan terhadap pelayanan kebersihan. Sebab, sampah yang dibiarkan berhari-hari tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit apabila tidak segera ditangani.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan, Achmad Siddik S.AP M.M, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penyelesaian dengan memaksimalkan tempat pembuangan akhir yang tersedia.

Menurut Siddik, saat ini Bangkalan memiliki dua lokasi Tempat Pembuangan Akhir atau TPA yang dapat digunakan, yakni TPA Paterongan dan TPA Lombeng Dejeh.

“Kita sudah punya dua TPA, pertama Paterongan dan kedua Lombeng Dejeh,” kata Achmad Siddik, Selasa (19/5/2026).

Namun, Siddik menjelaskan bahwa untuk sementara pembuangan ke TPA Paterongan ditutup. Karena itu, proses pembuangan sampah saat ini dialihkan ke TPA Lombeng Dejeh.

“Di Paterongan ditutup sementara. Sekarang buang ke Lombeng Dejeh,” terangnya.

Ia memastikan bahwa proses pengangkutan sampah sudah mulai berjalan. Bahkan, petugas DLH disebut melakukan kerja lembur selama tiga hari untuk menuntaskan tumpukan sampah yang sempat tidak terbuang.

“Sudah mulai terangkut. Lembur tiga hari,” ujarnya.

Meski demikian, Siddik mengakui penanganan belum sepenuhnya normal. Sebab, masih ada tumpukan sampah yang harus dibuang akibat sekitar 12 hari sebelumnya tidak dapat terangkut ke lokasi pembuangan.

“Ya, masih lembur buang tumpukan yang 12 hari tidak dibuang,” ungkapnya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bangkalan mulai memasuki tahap penanganan lapangan. Pengalihan pembuangan ke TPA Lombeng Dejeh menjadi langkah sementara agar tumpukan di TPS, pasar, maupun titik layanan kebersihan lain dapat segera dikurangi.

Di sisi lain, kerja lembur petugas kebersihan menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan agar keluhan warga tidak terus meluas. Namun, kondisi ini juga memperlihatkan bahwa sistem pengelolaan sampah masih membutuhkan kepastian operasional, terutama terkait keberlanjutan fungsi TPA dan jadwal pengangkutan.

Warga berharap langkah DLH tersebut benar-benar mampu menuntaskan tumpukan sampah yang selama ini mengganggu lingkungan. Selain pengangkutan darurat, pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan solusi berkelanjutan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Dengan mulai terangkutnya sampah dan adanya kerja lembur selama tiga hari, DLH Bangkalan menargetkan tumpukan sampah yang sempat menumpuk selama 12 hari dapat segera terselesaikan secara bertahap.

#Anam

32

Baca Lainnya