Daerah Pemerintahan

Senin, 12 April 2021 - 02:47 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Kepala BNPB dan Forkopimda Jatim Tinjau Korban Gempa Bumi Malang dan Lumajang

Lumajang | klikku.net – Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bersama Forkopimda Jatim, melakukan peninjauan di sejumlah titik kerusakan terdampak bencana gempa bumi di Malang dan Lumajang, Minggu (11/4/2021).

Selain melakukan peninjauan secara menyeluruh. Dan berkoordinasi tentang bagaimana percepatan penanganan pasca gempa, bisa di pastikan dengan berjalan baik. Rombongan juga memberikan bantuan pada korban terdampak gempa bumi, di posko bencana Kecamatan Ampel Gading, Malang.

“Tadi kami, Forkopimda Jatim bersama Kepala BNPB, sempat meninjau di Turen, Dampit, dan terakhir di Ampel Gading, Kabupaten Malang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan pada warga terdampak bencana gempa di Kabupaten Lumajang, bahwa ada bantuan dari BNPB yang rumahnya rusak berat senilai 50 juta rupiah. Untuk yang rusak sedang senilai 24 juta rupiah, dan yang rusak ringan senilai 10 juta rupiah.

“Namun, Ini menunggu percepatan verifikasi data dari masing-masing daerah. Berikutnya, sambil menunggu rumah itu selesai dibangun, juga ada bantuan tunggu hunian senilai Rp 500 ribu tiap bulan. Ini untuk biaya sewa rumah bagi warga yang rumahnya rusak berat atau rusak sedang ke arah berat. Semoga informasi ini bisa tersampaikan dengan baik,” tambahnya.

“Kepada semua warga, kami mohon untuk tetap waspada, tetapi jangan panik. Kami sampaikan juga terimakasih pada seluruh jajaran TNI-Polri yang langsung turun melakukan penanganan-penanganan efektif, serta percepatan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, yang sudah bahu-membahu dan bergotong royong membantu masyarakat.

“Pada saat seperti ini, peran kepala daerah menjadi bagian yang sangat penting, untuk bisa mengkoordinasikan seluruh percepatan layanan masyarakat yang terdampak dari gempa ini,” ungkapnya.

“Tadi di Malang dari Kodim dari Polres menyampaikan, bahwa ada tim trauma healing. Saya juga ketemu tim dari Kementerian Sosial yang akan men-support tim trauma healing. Karena biasanya kita membutuhkan siko sosial trapi, pasca gempa dan ada gempa susulan,” pungkasnya Khofifah. (M Faaza) 


Editor: Joe Meito

318

Baca Lainnya