Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 10:48 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Konflik Timur Tengah Memanas, OJK Pastikan Keuangan RI Tetap Aman

SURABAYA | klikku.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian meningkat, mulai berdampak pada distribusi energi global, termasuk jalur vital Selat Hormuz.

Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor keuangan Indonesia tetap terjaga. Hal itu disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK per 1 April 2026.

Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai bahwa eskalasi konflik berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

“Di tingkat internasional, tekanan ekonomi masih terasa. Inflasi di negara maju, khususnya Amerika Serikat, tetap tinggi dan diikuti kenaikan pengangguran,” ujarnya, saat konferensi pers secara daring, Senin (6/4/2026).

“Kondisi ini membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin sempit. Bahkan, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sepanjang 2026 akan terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok menunjukkan performa yang lebih baik dari perkiraan, ditopang stimulus sektor keuangan. Meski begitu, pemerintah setempat tetap melakukan penyesuaian target pertumbuhan.

Friderica menambahkan, di tengah dinamika global tersebut, ekonomi domestik Indonesia dinilai masih solid. “Inflasi inti pada Maret 2026 tercatat menurun, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.

Dari sisi konsumsi, penjualan ritel diproyeksikan tumbuh 6,89 persen secara tahunan. Penjualan kendaraan bermotor juga masih stabil, mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak positif meski beberapa sektor mengalami perlambatan.

Ketahanan eksternal Indonesia juga cukup kuat. Cadangan devisa berada pada level aman, sementara neraca perdagangan masih mencatatkan surplus.

Friderica menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan global dan domestik secara intensif. Koordinasi kebijakan dengan berbagai pihak juga diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Berbagai risiko global masih membayangi, namun stabilitas sektor jasa keuangan domestik tetap terjaga,” pungkasnya. AMan


 

69

Baca Lainnya