Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:38 WIB

3 jam yang lalu

logo

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Utama

JAKARTA | klikku.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III 2022 dan meningkat dibanding kuartal IV 2025 yang berada di level 5,39 persen.

Permata Institute for Economic Research (PIER) menilai pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang kuat oleh konsumsi domestik, percepatan belanja pemerintah, serta investasi yang tetap relatif resilien di tengah tekanan global.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang awal tahun 2026.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 masih didukung kuat oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen yoy, meningkat dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,11 persen. Peningkatan tersebut didorong momentum Ramadan dan Idulfitri yang memacu aktivitas belanja masyarakat.

Sementara itu, belanja pemerintah melonjak hingga 21,31 persen yoy seiring percepatan realisasi fiskal, termasuk dukungan terhadap program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen yoy, sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya. Namun investasi dinilai masih cukup kuat, terutama pada sektor bangunan dan proyek infrastruktur pemerintah.

Meski demikian, PIER mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Tekanan geopolitik global, perang dagang, perlambatan ekonomi Tiongkok, hingga volatilitas pasar keuangan dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, sektor manufaktur mulai menunjukkan perlambatan. PMI manufaktur Indonesia pada April 2026 turun ke level 49,1 atau masuk zona kontraksi.

PIER memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen. Permintaan domestik diproyeksikan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan.

“Pertumbuhan ekonomi memang masih solid, tetapi kualitas pertumbuhan perlu terus diperkuat agar lebih terasa dalam penciptaan lapangan kerja formal dan peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Josua. AM@n


 

61

Baca Lainnya