Daerah Ekonomi Bisnis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:37 WIB

5 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar klikku.id Anam Biro Bangkalan.Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Bangkalan Pastikan Air Limbah Memenuhi Baku Mutu.

Dok foto gambar klikku.id Anam Biro Bangkalan.Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Bangkalan Pastikan Air Limbah Memenuhi Baku Mutu.

Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Bangkalan Pastikan Air Limbah Memenuhi Baku Mutu

Bangkalan | klikku.id — Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Yayasan Salafiya Sa’idiyah memastikan pengelolaan air limbah dari aktivitas dapur telah memenuhi baku mutu lingkungan.

Hal itu disampaikan Thomas, selaku penanggung jawab Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Yayasan Salafiya Sa’idiyah, setelah pihaknya menerima hasil uji baku mutu air dari PT IPAL Andre Raja Nusantara.

Thomas mengatakan, hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter air limbah yang diuji berada dalam kategori memenuhi standar. Parameter tersebut meliputi fisika, kimia, hingga mikrobiologi.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil uji baku mutu air yang dilakukan oleh PT IPAL Andre Raja Nusantara, air hasil pengolahan dari Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 Yayasan Salafiya Sa’idiyah dinyatakan memenuhi baku mutu. Mulai dari parameter fisika, kimia, hingga mikrobiologi, seluruhnya menunjukkan hasil yang memenuhi standar,” ujar Thomas.

Berdasarkan dokumen hasil uji tersebut, sejumlah parameter yang diperiksa di antaranya TSS dengan hasil 2,60 mg/L dari baku mutu 30 mg/L, suhu 28,6 derajat Celsius dari baku mutu 30 derajat Celsius, pH 7,56 dari standar 6–9, BOD5 11,2 mg/L dari baku mutu 30 mg/L, COD 22,6 mg/L dari baku mutu 80 mg/L, NH3-N bebas 0,004 mg/L dari baku mutu 0,1 mg/L, serta MPN kuman golongan coli 3,00 MPN/100 ml dari baku mutu 10.000 MPN/100 ml.

Menurut Thomas, hasil tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL di Dapur SPPG Arosbaya Buduran 2 bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan bagian dari komitmen dapur dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa dapur SPPG ini tidak hanya fokus pada pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Air limbah yang keluar harus melalui proses pengolahan yang baik, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Thomas menegaskan, pengelolaan limbah cair harus menjadi perhatian serius setiap dapur SPPG. Sebab, menurutnya, kualitas dapur tidak hanya dilihat dari makanan yang disajikan, tetapi juga dari sistem sanitasi dan pengelolaan limbah yang diterapkan.

“Bagi kami, kualitas dapur bukan hanya dilihat dari makanan yang disajikan, tetapi juga dari bagaimana dapur menjaga kebersihan, sanitasi, serta pengelolaan limbahnya. Ini bagian dari tanggung jawab kami kepada penerima manfaat, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.

#Anam

54

Baca Lainnya