Ekonomi Bisnis Kerjasama Peristiwa

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:34 WIB

2 hari yang lalu

logo

TTL Latih Gardener Kuasai Diversitas Tumbuhan, Perkuat Green Port dan Dekarbonisasi

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmen pelabuhan hijau melalui peningkatan kompetensi gardener dan tim Environmental, Social, and Governance (ESG).

Bersama Pusat Riset Ekologi BRIN, TTL menggelar pelatihan pengayaan diversitas tumbuhan di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) pada 19–20 Mei 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta dari TPK Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Program ini menjadi langkah awal TTL dalam mendukung strategi dekarbonisasi sekaligus implementasi konsep green port di kawasan pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan PT TTL Syaiful Anam mengatakan, pelatihan tidak hanya berfokus pada perawatan tanaman rutin, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta mengenai konservasi lingkungan dan pengelolaan biodiversitas.

“Ini bagian dari komitmen besar TTL dalam penerapan ESG, khususnya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan terminal,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi pembibitan tanaman, aklimatisasi, morfologi tumbuhan, hingga penataan lanskap. Selain itu, gardener juga mulai dikenalkan pada metode perhitungan carbon stock (C-stock) sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon.

Peneliti BRIN Sugeng Budiharta menjelaskan, peningkatan kapasitas gardener penting agar pengelolaan kawasan hijau di pelabuhan berjalan lebih berkelanjutan dan berbasis ekologi.

“Kami ingin peserta memahami teknik budidaya tanaman sekaligus pengelolaan ruang hijau yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Kebun Raya Purwodadi. Mereka mempelajari teknik pembibitan, perawatan, monitoring tanaman, hingga pemanfaatan limbah daun menjadi pupuk kompos ramah lingkungan.

Salah satu peserta, Melkisedek, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru terkait pentingnya pengelolaan RTH berbasis biodiversitas.

“Kami mendapat banyak ilmu baru yang nantinya bisa langsung diterapkan di lingkungan terminal,” katanya.

TTL berharap hasil pelatihan tersebut dapat diterapkan di seluruh kawasan terminal petikemas di bawah naungannya guna menciptakan ekosistem pelabuhan yang lebih hijau, sehat, dan mendukung target dekarbonisasi nasional. AM@n


 

16

Baca Lainnya