Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 25 Mei 2026 - 18:38 WIB

2 jam yang lalu

logo

Meski Inflasi Naik, OJK Sebut Sektor Keuangan Jatim Tetap Kuat dan Tahan Guncangan

SURABAYA | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur tetap terjaga di tengah tekanan inflasi dan meningkatnya risiko ekonomi global sepanjang awal 2026.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah karena sektor keuangan masih mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal untuk mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, inflasi pada Februari 2026 sempat melonjak hingga 4,88 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka itu meningkat dibanding akhir 2025 yang berada di level 2,93 persen.

Kenaikan dipicu melonjaknya harga pangan strategis, tarif energi, hingga harga emas perhiasan. Namun pada Maret 2026, inflasi mulai melandai menjadi 3,79 persen yoy meski masih berada di atas target inflasi nasional.

Tekanan inflasi terutama berasal dari komoditas pangan seperti cabai dan daging, ditambah meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Meski begitu, OJK menilai sektor jasa keuangan di Jawa Timur tetap menunjukkan daya tahan yang kuat.

Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan pasar modal yang masih positif. Hingga Januari 2026, jumlah investor saham di Jawa Timur mencapai 1,2 juta Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 39,48 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara investor reksa dana tercatat mencapai 2,25 juta SID dan investor Surat Berharga Negara (SBN) menembus 193 ribu SID.

Tak hanya jumlah investor, aktivitas transaksi saham juga melonjak tajam. Nilai transaksi beli saham pada Januari 2026 mencapai Rp37,2 triliun atau naik lebih dari 225 persen secara tahunan.

Di sisi lain, industri securities crowdfunding juga berkembang pesat. Penghimpunan dana terbesar berasal dari sektor consumer goods, bahan baku, infrastruktur, hingga layanan kesehatan.

OJK menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan masyarakat Jawa Timur semakin sadar investasi dan mulai memanfaatkan instrumen keuangan digital sebagai alternatif pengelolaan dana maupun pendanaan usaha.

Dengan kondisi tersebut, sektor jasa keuangan Jawa Timur diyakini tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik. AM@n


 

16

Baca Lainnya