BANGKALAN | klikku.id – Kepala Bagian Logistik Polres Bangkalan, Rivai, menegaskan bahwa seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Bangkalan telah menerapkan regulasi dan standar operasional sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Rivai, dari total delapan dapur SPPG yang saat ini berjalan, tiga dapur di antaranya telah memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagaimana ketentuan BGN. Sementara dapur lainnya disebut masih dalam proses penyempurnaan dan penguatan fasilitas pendukung agar seluruh sistem berjalan sesuai standar nasional program MBG Presiden .
Ia menjelaskan, penerapan standar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan, sanitasi dapur, hingga keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat program MBG di Kabupaten Bangkalan.
“Pengelolaan dapur SPPG Kemala Bhayangkari Bangkalan terus mengedepankan standar BGN mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat,” ujar Rivai.
Selain penerapan IPAL, Rivai juga mengungkapkan bahwa dapur SPPG Kemala Bhayangkari Bangkalan telah menggunakan alat deteksi makanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi makanan berbahaya maupun indikasi keracunan. Penggunaan alat tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan dapur Kemala Bhayangkari dibanding beberapa dapur lainnya.
Menurutnya, alat deteksi makanan itu berfungsi untuk memastikan makanan yang akan disajikan benar-benar aman dikonsumsi oleh para siswa dan penerima manfaat program MBG.
“Ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. Dengan alat deteksi makanan tersebut, potensi makanan yang tidak layak konsumsi dapat diminimalisir sejak awal,” tegasnya.
Rivai menyampaikan bahwa pihak kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga melakukan pengawalan menyeluruh terhadap jalannya program MBG agar berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Pengawalan tersebut dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku, distribusi, pengolahan makanan di dapur, hingga penyajian kepada penerima manfaat. Langkah itu dilakukan agar kualitas maupun kuantitas makanan tetap sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Kami ingin memastikan penerima manfaat benar-benar menerima makanan bergizi dengan kualitas yang baik sebagaimana cita-cita program Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa,” tambahnya.
Di sisi lain, keterlibatan unsur kepolisian dalam mendukung program MBG juga dinilai sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional. Aparat kepolisian disebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas distribusi, pengawasan keamanan pangan, hingga memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Sejumlah anggota kepolisian di lingkungan Polres Bangkalan juga menilai program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pengawasan ketat terhadap mutu makanan menjadi hal yang wajib dilakukan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya sebagai bagian dari penguatan generasi emas Indonesia di masa mendatang.
#Anam
