BANGKALAN | klikku.id – Kecamatan Tanah Merah menjadi salah satu wilayah yang menarik perhatian dalam pelaksanaan program Bantuan Pangan (Bapang) di Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan data perkembangan distribusi bantuan pangan terbaru, penyaluran beras di kecamatan tersebut tercatat masih 0 persen, sementara distribusi minyak goreng telah mencapai 40,56 persen.
Data menunjukkan Kecamatan Tanah Merah memiliki sasaran sebanyak 11.089 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan alokasi 221.780 kilogram beras dan 44.356 liter minyak goreng.
Namun hingga laporan tersebut diterbitkan, realisasi penyaluran beras masih belum tercatat atau 0 kilogram, sehingga seluruh pagu beras sebesar 221.780 kilogram masih tersisa. Sebaliknya, distribusi minyak goreng telah terealisasi sebanyak 17.992 liter atau sekitar 40,56 persen, dengan sisa pagu 26.364 liter.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah kecamatan lain yang telah menuntaskan distribusi bantuan pangan secara penuh. Kecamatan Arosbaya, Burneh, Kamal, Labang, Sepulu, Socah, dan Tragah misalnya, tercatat telah mencapai realisasi 100 persen untuk beras maupun minyak goreng.
Bahkan Kecamatan Blega telah mencatat realisasi distribusi beras sebesar 184.180 kilogram atau 95,8 persen dari total pagu yang tersedia.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Ketahanan Pangan (P2KP) Kabupaten Bangkalan, Dr. CHK Karya Dinata, menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan pangan masih berlangsung secara bertahap di seluruh kecamatan.
Menurutnya, data yang muncul merupakan gambaran progres distribusi pada saat laporan dibuat dan masih dapat berubah seiring berjalannya proses penyaluran di lapangan.
Meski demikian, posisi Tanah Merah menjadi perhatian tersendiri karena dalam beberapa pekan terakhir wilayah tersebut juga menjadi sorotan publik menyusul munculnya keluhan masyarakat terkait kualitas beras bantuan yang diterima sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Fakta lain yang menarik, meskipun data kabupaten menunjukkan realisasi beras di Tanah Merah masih tercatat nol persen, di lapangan sempat ditemukan aktivitas distribusi beras Bulog menuju Desa Pettong yang bahkan diketahui aparat kepolisian setempat secara tidak sengaja saat melihat kendaraan pengangkut bantuan melintas.
Situasi tersebut memunculkan kebutuhan akan sinkronisasi data dan penguatan koordinasi antarlembaga agar seluruh proses distribusi bantuan pangan dapat terdokumentasi dengan baik, transparan, dan mudah dipantau oleh seluruh pihak yang terlibat.
Secara keseluruhan, dari total 159.527 penerima bantuan di Kabupaten Bangkalan, realisasi penyaluran beras baru mencapai 1.091.960 kilogram atau 34,22 persen dari total pagu 3.190.540 kilogram. Sementara realisasi minyak goreng mencapai 236.384 liter atau 37,04 persen dari total alokasi 638.108 liter.
Dengan besarnya alokasi bantuan yang masih harus disalurkan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan diharapkan terus memperkuat pengawasan, validasi data, dan koordinasi lintas sektor agar bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat mutu.
Reporter : #Anam
