Ekonomi Bisnis

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:38 WIB

8 jam yang lalu

logo

SPE 2026 Siap Digelar, Teknologi AI hingga 3D Printing Jadi Daya Tarik

SURABAYA | klikku.id – Industri percetakan di Jawa Timur terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Tren kemasan produk, label, digital printing, hingga kebutuhan sektor e-commerce, menjadi pendorong tumbuhnya investasi pada teknologi percetakan yang lebih modern dan efisien.

Momentum tersebut akan terlihat dalam gelaran Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, yang berlangsung di Grand City Convention & Exhibition Surabaya pada 8–11 Juli mendatang.

Dalam sambutannya, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan bahwa SPE 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi terbaru. Tetapi juga wadah memperluas jaringan bisnis dan kolaborasi antar pelaku industri.

“Industri percetakan terus berkembang. Kami ingin pameran ini menjadi ruang bertemunya inovasi, peluang bisnis, dan kemitraan baru bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya, saat konferensi pers, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran percetakan terbesar di Indonesia Timur itu akan diikuti lebih dari 150 peserta. “Termasuk pelaku UMKM, dengan target menarik sedikitnya 15 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan,” tuturnya.

“Pameran ini menampilkan berbagai teknologi modern. Mulai digital printing, offset printing, UV printing, hingga 3D printing, serta sistem percetakan berbasis web, yang mampu meningkatkan kecepatan produksi sekaligus menekan biaya operasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Ahmad Mughira Nurhani menilai, efisiensi kini menjadi kunci utama bertahan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

“Teknologi baru mampu mengurangi konsumsi energi, menekan limbah produksi, serta meningkatkan produktivitas perusahaan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pasar percetakan saat ini mengalami pergeseran. “Permintaan kemasan industri, label produk, creative printing, dan layanan percetakan berbasis internet terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan digital,” tambahnya.

“Pasar kemasan dan labeling tumbuh sangat cepat. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku usaha, terutama UMKM,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur menilai, industri percetakan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor manufaktur. Mulai makanan dan minuman, farmasi, hingga produk konsumsi lainnya.

Data menunjukkan, sekitar 99 persen pelaku industri percetakan di Jawa Timur merupakan usaha mikro dan kecil. Meski demikian, subsektor ini berkontribusi hampir 5 persen terhadap industri pengolahan di Jawa Timur.

Selain pameran teknologi, SPE 2026 juga menghadirkan seminar dan workshop, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk desain merchandise kreatif. Serta strategi pengembangan kemasan agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui ajang ini, pelaku industri diharapkan semakin cepat mengadopsi teknologi baru, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing industri percetakan Jawa Timur, baik di tingkat nasional maupun internasional. AM@n


 

36

Baca Lainnya