Daerah Ekonomi Bisnis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

4 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

JAM-HMI Pasang Badan Bela Pabrik China di Bangkalan

BANGKALAN | klikku.id — Rencana pembangunan pabrik asal China di Kabupaten Bangkalan, Madura, terus memantik perhatian publik. Di tengah dinamika pro dan kontra investasi asing, dukungan terbuka justru datang dari kalangan intelektual muda yang tergabung dalam Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI).

Ketua Umum JAM-HMI, Abdullah Amas, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap rencana masuknya investasi industri asal Tiongkok tersebut. Ia menilai kehadiran industri baru di Bangkalan dapat menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di Madura.

Amas bahkan menyebut Bangkalan sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Menurutnya, masuknya investasi baru dapat menjadi bagian dari momentum perubahan bagi daerah yang selama ini memiliki potensi ekonomi besar.

“Bangkalan adalah Kabupaten yang sumber daya alamnya melimpah dan dikelola oleh Pertamina WMO, juga datangnya pabrik dari China yang bakal dibangun di Bangkalan barangkali tanda-tanda Allah memberkahi Bangkalan yang selama ini rela kekayaan alamnya dikelola oleh negara,” tegas Amas.

Menurut Amas, industrialisasi tidak semestinya hanya dilihat dari sisi masuknya modal asing. Lebih jauh, keberadaan industri diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

Ia bahkan berharap Madura mampu mengejar perkembangan kawasan industri seperti Gresik dan Karawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur dan industri di Indonesia.

“Kita tahu dedikasi Maruf Maulana buat Madura selama ini dan kita dukung sepenuhnya industrialisasi di Madura sebagai lompatan jauh Madura. Kalau bisa Madura seperti Gresik dan Karawang,” ujar Amas.

Dalam pernyataannya, Amas juga memberikan apresiasi kepada pengusaha asal Madura, Akhmad Maruf Maulana, yang disebut memiliki peran dalam membawa investor asal China untuk berinvestasi di Bangkalan.

JAM-HMI juga menilai rencana pembangunan pabrik tersebut mendapatkan dukungan dari sebagian masyarakat. Amas menyebut adanya gelombang dukungan rakyat yang dinilainya semakin terlihat seiring munculnya harapan terhadap terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.

Namun, dukungan terhadap investasi tersebut menurut JAM-HMI tetap harus berjalan beriringan dengan prinsip tata kelola yang baik.

Transparansi proses perizinan, kajian dampak lingkungan atau AMDAL, kepatuhan terhadap seluruh regulasi, serta komitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dinilai menjadi aspek penting agar investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, optimisme terhadap industrialisasi Bangkalan tidak berhenti pada pembangunan fisik pabrik, tetapi juga diarahkan pada terciptanya ekosistem ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Madura.

Bagi JAM-HMI, masuknya investasi industri tersebut menjadi momentum untuk mengubah wajah ekonomi Bangkalan dari daerah yang kaya potensi menjadi daerah yang mampu mengolah dan menikmati nilai tambah dari potensi ekonominya sendiri.

#Anam KLIKKU.ID

68

Baca Lainnya