BANGKALAN | KLIKKU.ID — Sosok Tajuz Zuhud yang dipercaya masuk dalam jajaran Direksi PT Sumber Daya Bangkalan memilih memberikan penjelasan lebih lengkap setelah dirinya resmi dilantik. Sikap tersebut disampaikan ketika dimintai tanggapan mengenai kompetensi, integritas dan rekam jejaknya menjelang menjalankan amanah sebagai direksi BUMD.
Pertanyaan tersebut diajukan dengan penekanan bahwa masyarakat tidak bermaksud menghakimi masa lalu seseorang. Namun, sebagai figur yang akan menempati posisi strategis di lingkungan BUMD, publik dinilai memiliki kepentingan untuk mengetahui latar belakang dan kesiapan sosok yang dipercaya mengemban jabatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Tajuz Zuhud menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan keterangan secara lebih jauh lantaran proses pelantikan belum dilakukan.
“Sementara karena saya belum dilantik, mungkin lebih bijak kalau saya bisa menanggapi ketika setelah pelantikan nanti,” ujar Tajuz.
Meski demikian, Tajuz memberikan informasi awal terkait struktur pengelolaan bisnis migas yang selama ini menjadi perhatian publik di Bangkalan.
Menurutnya, sektor migas bukan berada secara langsung di bawah jabatan yang akan diembannya. Migas disebut merupakan salah satu anak usaha dari PT Sumber Daya Bangkalan, yang telah memiliki jajaran Direksi dan Komisaris tersendiri.
“Tapi perlu diketahui sebagai informasi awal, migas itu merupakan anak usaha dari PT Sumber Daya Bangkalan, dan sudah ada Direksi dan Komisaris tersendiri,” jelasnya.
Tajuz kemudian menegaskan mengenai posisi yang dipercayakan kepadanya. Menurut dia, pengelolaan anak usaha, termasuk sektor migas, berada di bawah kewenangan Direktur Operasional.
“Dan yang membawahi anak usaha, termasuk migas ini kebetulan di bawah Direktur Operasional. Saya kebetulan dipercaya sebagai Direktur Keuangan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa struktur kewenangan di tubuh PT Sumber Daya Bangkalan memiliki pembagian tugas antar-direksi. Tajuz menempatkan dirinya pada ranah Direktur Keuangan, bukan sebagai pihak yang secara langsung membawahi operasional anak usaha migas.
Sikap Tajuz yang memilih memberikan penjelasan lebih lengkap setelah pelantikan juga menjadi catatan tersendiri dalam dinamika pembentukan jajaran baru BUMD Bangkalan.
Disisi lain, ruang publik tetap terbuka untuk menggali lebih jauh mengenai profil, kompetensi, pengalaman serta rekam jejak masing-masing figur yang dipercaya mengisi jajaran direksi. Terlebih, keberadaan BUMD membawa kepentingan daerah sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Dengan demikian, klarifikasi Tajuz setidaknya memberikan satu penegasan awal: posisi yang akan diembannya adalah Direktur Keuangan, sementara anak usaha termasuk sektor migas disebut berada di bawah Direktur Operasional dan memiliki Direksi serta Komisaris tersendiri.
Publik kini tinggal menunggu momentum setelah pelantikan, ketika Tajuz menyatakan dirinya akan lebih leluasa memberikan tanggapan mengenai kapasitas, pengalaman, visi serta komitmennya dalam menjalankan amanah sebagai bagian dari jajaran Direksi PT Sumber Daya Bangkalan.
#Anam KLIKKU.ID
