Kerjasama Pendidikan

Senin, 7 September 2026 - 18:34 WIB

22 jam yang lalu

logo

Kolaborasi Unusa & ITS Buka Jalan Mahasiswa Raih Dua Ijazah dalam Lima Tahun

SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas peluang akademik mahasiswanya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9/2026).

Kerja sama itu menjadi bagian dari rangkaian Sidang Terbuka Senat Akademik Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Unusa Tahun Akademik 2026/2027.

Ada sejumlah program yang disiapkan untuk mahasiswa Unusa. Mulai credit transfer, joint/double degree, joint supervision, hingga fast track S1-S2 terintegrasi.

Program fast track menjadi salah satu skema yang paling menarik. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat mengambil mata kuliah S2 ITS sejak semester 7 dan 8 ketika masih menjalani pendidikan S1 di Unusa.

Setelah menyelesaikan S1 pada semester 8, mahasiswa melanjutkan semester 9 dan 10 di ITS, untuk menuntaskan pendidikan magister. Dengan pola tersebut, pendidikan S1 dapat diselesaikan dalam empat tahun dan S2 pada tahun kelima.

Artinya, mahasiswa berpeluang memperoleh dua ijazah dalam waktu lima tahun. Skema ini ditujukan bagi program studi yang memenuhi persyaratan, termasuk ketentuan akreditasi unggul.

Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan, kerja sama dengan ITS bukan sekadar formalitas kelembagaan. Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik, riset, teknologi, dan jejaring pendidikan tinggi.

“MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS,” ujarnya.

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menambahkan, mahasiswa Unusa juga mendapat kesempatan berinteraksi dan belajar di lingkungan ITS untuk program studi yang tersedia di kedua kampus.

Selain pendidikan, kerja sama mencakup joint supervision. Tugas akhir maupun riset mahasiswa dapat dibimbing bersama dosen Unusa dan profesor atau peneliti ITS.

Menurut Tri Yogi, pengalaman lintas disiplin penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berorganisasi, melakukan riset, dan mengembangkan diri,” pesannya kepada mahasiswa baru. AM@n


 

18

Baca Lainnya