Ekonomi Bisnis

Rabu, 9 September 2026 - 10:38 WIB

6 jam yang lalu

logo

Agustus 2026, Arus Peti Kemas TPS Tembus 128 Ribu TEUs

SURABAYA | klikku.id – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menunjukkan kinerja positif. Sepanjang Agustus 2026, arus peti kemas di terminal tersebut mencapai 128 ribu TEUs.

Angka itu melampaui target bulanan perusahaan yang dipatok 124 ribu TEUs. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kelancaran aktivitas logistik di tengah dinamika perdagangan global.

Menariknya, arus ekspor tercatat lebih besar dibandingkan impor. Dari total throughput, ekspor menyumbang 65 ribu TEUs atau sekitar 51 persen. Sementara arus impor berada di angka 63 ribu TEUs atau 49 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas ekspor melalui TPS masih cukup kuat. Produk-produk Indonesia yang dikirim ke pasar internasional juga ikut menopang pergerakan logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari sisi pelayanan, produktivitas bongkar muat TPS mencapai rata-rata 52 box per ship per hour. Angka tersebut berada di atas standar minimum 48 box per ship per hour yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak.

TPS juga masih menjadi pemain dominan dalam layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak. Pangsa pasar yang dikuasai tercatat mencapai 83 persen.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, TPS terus melakukan modernisasi peralatan. Sebanyak empat unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) telah ditambahkan.

Selain meningkatkan efisiensi bongkar muat, penggunaan peralatan listrik tersebut mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.

Sekretaris Perusahaan TPS Erika A. Palupi mengatakan capaian Agustus menjadi indikator positif sekaligus bentuk kepercayaan pengguna jasa.

“TPS akan terus menjaga keandalan layanan, meningkatkan produktivitas operasional, serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, TPS menargetkan optimalisasi peralatan dan peningkatan produktivitas untuk mempercepat pelayanan kapal maupun peti kemas sekaligus memperkuat daya saing layanan terminal. AM@n


 

12

Baca Lainnya