Olahraga Pendidikan

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

1 hari yang lalu

logo

Jadi Pemain Persebaya, Nabil Tetap Prioritaskan Kuliah Kedokteran di Unusa

SURABAYA | klikku.id – Pagi hingga siang, Nabil Loverino Misab sibuk dengan buku, praktikum, dan materi kedokteran. Begitu sore tiba, waktunya berganti. Ia kembali ke lapangan untuk berlatih sepak bola bersama Persebaya U-20.

Dua rutinitas berbeda itu kini menjadi keseharian Nabil. Mahasiswa baru S1 Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tersebut memilih menjalani dua mimpinya sekaligus: menjadi dokter dan pesepak bola profesional.

Nabil bukan pemain yang baru mengenal sepak bola. Kecintaannya terhadap olahraga tersebut tumbuh sejak usia sembilan tahun. Ia kemudian bergabung dengan sekolah sepak bola di Surabaya sebelum masuk pembinaan Persebaya saat berusia 13 tahun.

Kini, pemain yang biasa beroperasi di sayap kanan itu juga bisa dimainkan sebagai penyerang.

Namun, pilihan Nabil menekuni kedokteran tidak lepas dari dorongan keluarga. Ayahnya merupakan analis kesehatan, sementara dua kakaknya berprofesi sebagai dokter.

“Pertamanya saya juga terpaksa. Tapi lama-lama sudah dijelaskan kalau kedokteran itu enak karena jenjangnya panjang, daripada main bola,” ujar Nabil.

Seiring waktu, pandangannya berubah. Nabil menyadari karier atlet memiliki batas dan penuh ketidakpastian. Cedera, usia, hingga persaingan mendapatkan klub bisa membuat karier pesepak bola berhenti lebih cepat.

“Kalau atlet sampai umur 30, kalau tidak jadi main bola kan pensiun. Mikir jenjangnya, kalau dokter kan panjang,” katanya.

Karena itu, Nabil tidak ingin meninggalkan sepak bola, tetapi juga tidak mau pendidikan kedokterannya terbengkalai. Tantangan terbesar kini adalah membagi waktu.

Ia mulai membuat jadwal belajar dan membagi waktu untuk menyelesaikan tugas. Beruntung, latihan Persebaya yang umumnya berlangsung sore relatif tidak berbenturan dengan jadwal kuliah.

Selama sepak bola tidak mengganggu kewajiban akademiknya, Nabil ingin terus bermain dan membuka peluang menembus level senior.

Di lapangan, ia mengejar bola. Di kampus, ia menyiapkan masa depan. Dua jalan berbeda itu kini sedang ditempuh Nabil menuju satu tujuan: suatu hari menjadi dokter tanpa harus lebih dulu meninggalkan kecintaannya kepada sepak bola. AM@n


 

7

Baca Lainnya