BANGKALAN | KLIKKU.ID — Penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah tidak cukup hanya dengan mengajak siswa membaca. Mendorong mereka untuk menulis dan menghasilkan karya juga menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang kreatif, berwawasan luas, dan mampu menuangkan gagasan melalui tulisan.
Semangat tersebut tercermin dari upaya H. Hermanto, S.Pd., M.M., P.D., Kepala SMPN 1 Bangkalan, yang menargetkan sedikitnya enam buku baru setiap tahun untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah.
Hermanto mengungkapkan, piagam penghargaan yang diterimanya dari Erlangga pada 2025 menjadi salah satu momentum untuk semakin menguatkan semangat literasi di lingkungan pendidikan. Penghargaan tersebut diterima ketika Bupati Bangkalan baru dilantik.
Menurut Hermanto, piagam itu tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas upaya yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan budaya membaca dan menulis, khususnya di kalangan peserta didik.
Ia bahkan membagikan unggahan mengenai penghargaan tersebut sebagai penyemangat bagi para siswa agar semakin gemar mengarang dan menulis buku.
“Sy posting utk menyemangi anak2 biar gemar mengarang buku literasi utk memperkuat dan senang akan tulis menulis buku sy tarjed pertahun setidaknya ada 6 buku baru utk koleksi perpus,” ungkap Hermanto.
Literasi sebagai Investasi Masa Depan. Upaya membangun budaya literasi melalui karya tulis merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Sebab, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata-kata, melainkan proses melatih daya pikir kritis, kreativitas, ketekunan, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis.
Target penambahan enam buku setiap tahun juga menunjukkan bahwa pengembangan perpustakaan sekolah dapat dilakukan melalui perencanaan yang berkelanjutan. Dengan koleksi yang terus bertambah, perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang semakin menarik dan mampu memenuhi kebutuhan literasi peserta didik.
Di tengah tantangan rendahnya minat baca dan budaya menulis, langkah seperti ini menjadi pengingat bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan literasi sejak dini.
Pada akhirnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya diukur dari banyaknya buku yang tersedia di rak perpustakaan, tetapi juga dari tumbuhnya minat siswa untuk membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat yang dibangun H. Hermanto di SMPN 1 Bangkalan menjadi contoh bahwa penghargaan dapat dimaknai lebih luas: bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan inspirasi untuk menumbuhkan budaya literasi bagi generasi penerus.
#Anam KLIKKU.ID
