Daerah Ekonomi Bisnis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:04 WIB

8 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto Anam KLIKKU.ID Biro Bangkalan.

Dok gambar foto Anam KLIKKU.ID Biro Bangkalan.

Dosen dan Mahasiswa UTM Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Desa Dlambah Dajah Tanah Merah Bangkalan

BANGKALAN | KLIKKU.ID — Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau diwujudkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui penyaluran bantuan 6.000 liter air bersih kepada warga Dusun Lembenah, Kampung Pasar Lorong, Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (28/10/2026).

Bantuan yang disalurkan sekitar pukul 09.29 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial di lingkungan akademik terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan ini melibatkan Taufik, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku dosen UTM, bersama mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pancasila. Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan mobil pikap dengan kapasitas angkut sekitar 1.000 liter dalam setiap perjalanan. Untuk memenuhi total bantuan sebanyak 6.000 liter, kendaraan tersebut harus melakukan enam kali perjalanan hingga air bersih tersalurkan kepada masyarakat.

Kegiatan sosial ini berawal dari kepedulian Abdul Kodir, mahasiswa UTM yang berasal dari Dusun Lembenah. Melalui unggahan WhatsApp Story, Abdul Kodir membagikan kondisi desanya yang kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih ketika musim kemarau. Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian Taufik. Tergerak oleh kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan, ia berinisiatif menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut agar dapat dimanfaatkan langsung oleh warga. Abdul Kodir selanjutnya mengarahkan penyaluran bantuan ke desa asalnya, sehingga bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Menurut Abdul Kodir, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kesulitan yang kerap dirasakan warga di wilayahnya saat musim kemarau. Karena itu, bantuan tersebut dinilai sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. “Menurut saya, bantuan ini sangat pas dan sangat berguna bagi masyarakat di desa saya. Ketika musim kemarau, warga di sini memang sangat kesulitan mendapatkan air,” ujar Abdul Kodir.

Kehadiran bantuan air bersih tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Air yang disalurkan dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari kebutuhan minum, mandi, hingga keperluan sehari-hari lainnya. Salah seorang warga, Muklimah, menyampaikan rasa terima kasih kepada Taufik atas bantuan yang telah diberikan. Ia juga mengapresiasi Abdul Kodir yang telah menyampaikan kondisi desanya sekaligus mengarahkan penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Taufik karena air ini sangat membantu untuk kebutuhan minum, mandi, dan keperluan lainnya. Kami juga berterima kasih kepada Abdul Kodir karena telah mengarahkan bantuan ini ke desa kami,” ungkap Muklimah.

Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material, melainkan juga bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Penyaluran bantuan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga dapat menjadi penghubung yang menyampaikan persoalan nyata di lingkungan tempat tinggalnya kepada pihak yang mampu memberikan dukungan.

Dalam konteks pembelajaran Pancasila, kegiatan tersebut menjadi gambaran penerapan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada pemahaman di ruang perkuliahan, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama. Meski demikian, bantuan air bersih dalam satu kegiatan belum serta-merta menyelesaikan persoalan ketersediaan air yang berulang setiap musim kemarau. Diperlukan perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak agar masyarakat di wilayah yang rentan kekeringan dapat memperoleh akses air bersih secara lebih memadai.

Melalui aksi sosial tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih. Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi penting agar kepedulian sosial dapat berkembang menjadi langkah nyata dalam menjawab kebutuhan dasar warga. Bantuan 6.000 liter air bersih di Dusun Lembenah pun menjadi pengingat bahwa kepedulian yang berangkat dari informasi sederhana dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

KLIKKU.ID — Informasi Aktual, Berimbang, dan Terpercaya.

56

Baca Lainnya