Ekonomi Bisnis

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 08:59 WIB

5 tahun yang lalu

logo

OJK Beri Edukasi Literasi Inklusi Keuangan Kepada 1000 Guru Se Jatim

Surabaya | klikku.net – Guna menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 76, OJK menyelenggarakan webinar series literasi keuangan kepada 1.000 tenaga pengajar, yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jawa Timur.

Kegiatan dengan tema “Bagimu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” tersebut, merupakan bentuk apresiasi OJK kepada para guru. Yang telah berperan sebagai katalis percepatan pemerataan literasi keuangan di tingkat pelajar. Sekaligus sebagai upaya untuk mencapai target inklusi keuangan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar 90% pada Tahun 2024.

Menurut Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi, guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK merumuskan Strategi Pendekatan Program Literasi dan Edukasi Keuangan berdasarkan beberapa hal.

“Mengacu pada strategi tersebut, dalam pelaksanaan webinar series ini, kami akan fokus pada penyampaian materi mengenai Pengenalan OJK, Waspada Pinjaman Online dan Investasi Ilegal, serta Pengenalan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank atau IKNB.”ujarnya, Sabtu (14/08/21).

Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2019, tingkat literasi Pasar Modal dan IKNB masih tergolong rendah, di bawah sektor Perbankan.

Sementara tingkat literasi sektor Pasar Modal sebesar 4,92%, sektor Perasuransian sebesar 19,4%, dan sektor Lembaga Pembiayaan sebesar 15,17%. Sedangkan untuk sektor perbankan sebesar 36,12%.

“Selain itu, webinar series ini bertujuan untuk menghasilkan duta-duta literasi dan edukasi keuangan sebagai perpanjangan tangan dari OJK. Tujuannya membantu menyampaikan informasi tentang OJK, Waspada Pinjaman Online dan Investasi Ilegal, serta Pengenalan Pasar Modal dan IKNB untuk lingkup Jawa Timur.” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto, sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan mengembangkan kompetensi kecerdasan finansial para guru melalui kegiatan webinar series ini.

“Kami sering mendapat laporan dari para Kepala Sekolah dan para Kepala Dinas Kabupaten/Kota, tentang para guru yang menjadi korban investasi bodong, pinjaman online dan lembaga keuangan yang tidak jelas legalitasnya” ujar Ramliyanto.

Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini. Karena para guru tidak hanya menjadi tempat jujugan para siswa-siswi bertanya.

“Namun masyarakat pun, menjadikan guru sebagai rujukan untuk bertanya terkait penawaran investasi, dan sebagainya karena banyak guru yang menjadi tokoh, dan panutan dalam komunitas.” pungkasnya. (@hmad) 


Editor: Joe Meito

90

Baca Lainnya