SURABAYA | klikku.net – Video yang viral tentang seorang pria dan beberapa warga Ampel Kecamatan Semampir, Surabaya, menunjukkan bahwa warga Ampel menentang dengan keputusan pemerintah tentang PPKM.
Video yang di rekam pada malam hari ini dengan durasi kurang dari 2 menit, menunjukan seorang pria dan beberapa warga Ampel merekam disekitaran gang Ampel terpasang bendera putih.
Dalam video tersebut, dua pria baik perekam dan yang direkam juga beberapa warga yang nongkrong, tengah berjalan menunjukkan beberapa bendera putih dikibarkan sebagai simbol menyerah atas ekonomi yang dihadapi efek dari PPKM Darurat.
Menurut pria yang diketahui bernama Maidi warga Jl. Sasak Ampel memberikan keterangan di video tersebut, “Bahwa saya mewakili warga Ampel menyerah terhadap kebijakan pemerintah yang hanya dirasa mementingkan public helath tanpa memedulikan financial health, sehingga masyarakat Ampel menyerah. Ini kami kibarkan bendera putih,” ujarnya.
Pengibaran bendera putih di Sasak Ampel sebagai wujud menuntut pemerintah Indonesia tentang kekebalan anti virus inflasi. Kami tidak akan dapat bertahan kalau inflasi. Pemerintah melaksanakan PPKM demi kebijakan yang mengutaman public health, sedangkan financial helath dari masyarakat tidak pernah diperhatikan. Inflasi terus menghantui kami.
Namun belum lama video tersebut Viral, pria yang diketahui bernama Maidi mengklarifikasi melalui videonya, bahwa pihaknya meminta maaf kepada para elemen masyarakat tentang mengatas namakan warga Ampel mengibarkan bendera putih. “Saya meminta maaf kepada elemen masyarakat dan pemerintah tentang pengibaran bendera putih tersebut, dan saya dukung pemerintah agar menuju yang lebih baik,” ujar pria tersebut dengan wajah pucat.
Tentang pengibaran bendera putih juga dilakukan oleh beberapa sektor usaha jasa wisata dan transportasi.
Seperti yang viral di video pria bernama Adi kordinator pelaku pariwisata Asita Pati.
Dalam rekaman videonya pihaknya selaku usaha jasa angkutan transportasi dan wisata memutuskan untuk angkat bendera putih atas kondisi diberlakukan PPKM darurat.
Pihaknya mengharap agar pemerintah lebih memperhatikan usaha jasa di sektor pariwisata, karena sektor pariwisata selama pandemi Covid-19 tidak bisa bergerak sama sekali.
“Diharapkan pemerintah lebih memperhatikan sektor pariwisata karena kami selama pandemi tidak mempunyai penghasilan dan bisa dikatakan nol penghasilan, dengan bendera putih ini adalah wujud rasa menyerah kami atas kebijakan pemerintah yang membebani sektor pariwisata, dan harapan kami pada tanggal 26 Juli 2021 kami bisa kembali aktif dan bisa mencari penghasilan untuk anak istri,” tegasnya.
Caption : Bendera Putih dikibarkan warga Ngampel dan pelaku Pariwisata
Reporter. ; Rus
Editor. : Yanto
