Daerah Kasuistika Pemerintahan

Selasa, 21 September 2021 - 02:14 WIB

5 tahun yang lalu

logo

klikku.net ist dok

klikku.net ist dok

BKD Cek Legalitas Pewarta Berita Mesum, LBH FORpKOT: Tak Substantif dan Terkesan Main-Main

Sumenep | Klikku.net – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Rakyat Pembela Keadilan dan Orang-Orang Tertindas (FORpKOT) menilai pertemuan Badan Kehormatan DPRD Sumenep dengan Hambali yang mengaku Koresponden Kempalan.com tidak substantif dan terkesan main-main.

Sehingga dicurigai hal itu hanyalah lelucon yang diduga sengaja dilakukan oleh BKD untuk tidak serius dalam menangani kasus asusila yang ditengarai terjadi pada beberapa oknum anggota legislatif kabupaten setempat.

Hal itu disampaikan fungsionaris LBH FORpKOT menyikapi adanya pertemuan klarifikasi di ruang Badan Kehormatan Dewan (BKD) kabupaten Sumenep pada Senin siang, 20 September 2021.

“Mengecek ke redaksi media soal legalitas wartawan adalah tidak substantif, tidak masuk pokok persoalan, yaitu dugaan pelanggaran etik anggota,” terang Herman Wahyudi, saat dihubungi media ini, pada Senin malam.

Baca juga :

Perihal Vidio Mesum Mirip DPRD Sumenep, Dul Siam Tak Lagi Garang


Herman menilai, pertemuan itu diyakininya tak akan banyak membantu BK dalam menuntaskan persoalan yang ada, justru akan membuang waktu dan terkesan mengulur waktu akan kasus dugaan video mesum mirip anggota dewan.

“Seharuanya BK mencari kebenaran akan vidio itu, bukan mempersoalkan legalitas penulis berita,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua BK DPRD Sumenep Kiai Samioedin membenarkan adanya pemanggilan terhadap Hambali Koresponden Kempalan.com terkait tulisannya di media tersebut soal “Nonton bareng” video mesum mirip anggota dewan bersama sejumlah orang belum lama ini.

“Ya benar tadi siang sekitar jam 12.00 WIB di ruangan BK,” ujar Ketua BK DPRD Sumenep, Kiai Samioedin melalui ponsel pribadinya, Senin malam 20 September 2021.

Ketua BK awalnya mengaku heran karena yang “Nongol” di ruang BK justru Hambali yang selama ini dikenal ada di media lain.

Untuk diketahui, selain memanggil koresponden media kempalan, Ketua BK berencana akan melakukan pengecekan langsung ke Kantor media tersebut untuk memastikan apakah koresponden Sumenep memang benar adanya.

“Karena yang kami tahu Hambali itu dulu dari media yang lain. Apakah boleh satu orang banyak media,” imbuhnya dengan nada bertanya.

Disinggung lambannya BK dalam pengungkapan kasus dugaan video mesum mirip anggota dewan tersebut, politisi PKB ini meminta masyarakat menunggu.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

Kontributor : (Fer/Hop).

712

Baca Lainnya