Ekonomi Bisnis

Kamis, 4 November 2021 - 23:44 WIB

5 tahun yang lalu

logo

EJAVEC 2021 untuk Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi dan Sosial Jawa Timur Pasca Pandemi Covid-19

Surabaya | klikku.net – Guna mendukung kebijakan berbasis keilmuan (research-based policy) demi tercapainya Jawa Timur sebagai salah satu Smart Province di Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar Converence & Winner Announcement kegiatan East Java Economic (EJAVEC) 2021 ke-8, bertema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi dan Sosial Jawa Timur Pasca Pandemi Covid-19”, Kamis (4/11/2021).

Conference yang merupakan puncak acara EJAVEC Forum 2021, dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Timur, Guru Besar Universitas Gajah Mada, Komisaris Independen BCA, Ketua ISEI Cabang Surabaya, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto menyampaikan, bahwa EJAVEC 2021 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tentang perekonomian Jawa Timur.

“Kegitan ini sekaligus menggali solusi kreatif, untuk mengatasi berbagai kendala di Jawa Timur,” ujarnya.

Sebagai keynote speaker, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyampaikan, bahwa pemerintah dan pemangku kebijakan perlu manjadikan riset dan inovasi, sebagai pijakan utama perumusan kebijakan.

“Riset dan inovasi berperan penting dalam memberikan nilai tambah dari lanskap bauran kebijakan yang dijalankan, seperti yang telah dijalankan selama ini di Bank Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dadak selalu nara sumber menyampaikan, bahwa percepatan dan perluasan akses vaksinasi Covid-19 menjadi determinan utama pemulihan ekonomi di Jawa Timur.

“Saat ini, akselerasi pemulihan ekonomi dan sosial Jawa Timur, akan difokuskan pada Penyelesaian Proyek Strategis Nasional, Pembangunan Berbasis Kewilayahan dan pengembangan IKM berbasis digital,” ujarnya.

EJAVEC Call for Paper 2021 sendiri, sudah berlangsung sejak 24 Mei 2021, diikuti oleh 90 peserta yang berasal dari mahasiswa, akademisi, praktisi, dan ASN, dari 6 (enam) provinsi di Indonesia.

Para peserta itu, banyak memberikan sumbangan pemikiran terkait strategi pengembangan UMKM, peran fintech dalam peningkatan perekonomian, penguatan perdagangan antar daerah, upaya peningkatan daya saing ekspor, mendorong pemulihan kinerja sektor pariwisata, meningkatkan daya saing investasi, penguatan pangsa ekonomi syariah, serta strategi akselerasi pemulihan ekonomi.

Keseluruhan hasil pemikiran para finalis ini akan berkontribusi signifikan bagi ide-ide kebangkitan perekonomian Jawa Timur di masa mendatang. (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

150

Baca Lainnya