SURABAYA | klikku.net – Salah satu warga Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng, Surabaya, terpaksa harus tidur di bawah kandang merpati (bekupon) dan bangunan rumah runtuh. Dia adalah Wahyudi usia 58 tahun warga sesuai KTP Jl. Jojoran III/138, pria lajang inj terpaksa harus tidur di bawah kandang burung dara (bekupon).
Karena taraf perekonomian Wahyudi jauh dibawah kekurangan terpaksa dirinya harus menetap dan beristirahat di bawah bekupon selama 5 tahun.
Meski dengan kondisi ekonomi yang terpuruk, tetap dirinya tidak mendapat bantuan sosial mulai dari BLT, BST, ataupun PKH, dari pemerintah kota Surabaya.
Adanya warga Jl. Jojoran yang tidur ditempat yang bukan semestinya, hal tersebut berdasarkan laporan dari salah satu warga sekitar. Sebut saja Amin warga Jl. Jojoran pihaknya menceritakan,” Dia itu masih lajang dan telah tidur di bawah bekupon selama 5 tahun ini, kita warga sekitar iba melihatnya, dan sekarang bekupon itu dirobohkan sehingga sekarang dia tidur di samping pilar pilar bangunan yang sudah roboh,” ujar Amin.
Amin juga menceritakan bahwa pada tanggal 8 Januari 2022 tempat istirahat Wahyudi telah di robohkan karena akan dibangun untuk Balai RW 12 Kelurahan Mojo. “Setelah bekupon yang di robohkan berlanjut bangunan rumah yang telah rusak akan dirobohkan, nah bila itu dilakukan bagaimana nasib Wahyudi dia mau tinggal dimana?,” tambah Amin.
Beberapa langkah telah dilakukan oleh Komunikasi Masyarakat (KIM) Mojo terkait kondisi Wahyudi, melalui pihak RT dan RW melaporkan kepada pihak Kelurahan Mojo agar bisa mendapatkan bantuan sosial dan ekonomi.
Namun upaya yang dilakukan oleh perangkat kampung belum mendapatkan perhatian lebih.
Caption : Tempat Tidur Wahyudi di pilar bangunan rumah roboh setelah pidah dari bekupon
Reporter : Yanto
