Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Minggu, 13 Februari 2022 - 05:17 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Manik-Manik Tembus Eropa, Khofifah Usulkan Desa Plumbon Gambang Jombang Jadi Desa Devisa

Jombang | klikku.net – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengusulkan Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang menjadi Desa Devisa, ke Lembaga Pembeayaan Eksport Indonesia (LPEI).

Menurut Khofifah, selama ini desa itu terkenal sebagai desa penghasil manik-manik berbahan dasar limbah beling. Yang tidak hanya diminati pasar domestik. Namunjuga telah menembus pasar di negara-negara Benua Asia, Afrika, dan Eropa.

“Desa Plumbon Gambang punya keunikan dan sangat otentik. Produk yang dihasilkan terbukti diminati pasar Asia dan Eropa. Sehingga sangat memenuhi syarat menjadi Desa Devisa yang tengah kita usulkan,” ujarnya, Sabtu (12/2/2022).

Desa Devisa adalah program pendampingan yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development).

Program Desa Devisa memberi kesempatan bagi wilayah dengan produk unggulan berorientasi ekspor. Untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Sebelumnya, Khofifah telah meninjau dua lokasi Desa Devisa Jawa Timur, yakni Sentra Batik Tenun Gedog Tuban, serta Sentra kain dan sarung Tenun Wedani Gresik.

Dengan beberapa kriteria yang dijadikan asesmen oleh LPEI, Khofifah yakin Kampung Manik-Manik di Jombang ini telah memenuhi keseluruhan persyaratannya.

“Yang pertama adalah produk milik sendiri. Bukan karya orang lain, yang diperjual belikan ditempatnya. Lalu punya keunikan, punya pasar ekspor, dan dilakukan oleh banyak orang di satu desa yang didukung kelembagaan kelompok. Saya rasa ini sudah memenuhi kriteria itu,” tambahnya.

Khofifah juga meninjau secara langsung, mulai dari proses pembuatan hingga penjualan di toko, yang ada di tempat yang sama. Khofifah optimis, Desa Plumbon Gambang bisa menjadi desa devisa.

“Kami memang harus hunting untuk menemukan desa-desa mana di Jatim, yang berpotensi dijadikan desa devisa. Kami turun melakukan asesmen sendiri, yang menentukan tetap LPEI,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, LPEI memberikan kuota kepada Jatim sebanyak 15 desa untuk dijadikan desa devisa pada 2022 ini.

“Saya bersyukur atas besarnya kuota yang diberikan. Karena itu bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini yang telah siap ada 20 desa. Kami akan mengajukan semua. Karena kalau jadi desa devisa, akan dibantu desainernya, dibantu pembiayaannya dan dibantu akses pasarnya. Jika sudah masuk katalog LPEI, saya harap bisa mempercepat pengembangannya,” ujarnya.

Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau proses pembuatan manik-manik di Jombang

Menurut Saskia, salah satu perajin, sebelum pandemi Covid-19 melanda, sekitar 10 negara di Asia dan Eropa, jadi pelanggan tetap manik-manik desanya.

“Sayang, ekspor keluar negeri menurun sejak pandemi. Selain pasar luar negeri, manik-manik desa kami juga sangat diminati di dalam negeri. Seperti Provinsi Bali, NTT, juga sejumlah provinsi di Kalimantan,” ujarnya.

“Di Desa Plumbon Gambang ada 125 pengusaha manik-manik, dengan 1.200 orang pekerja masyarakat sekitar, baik perempuan maupun laki-laki. Kami sangat bersyukur, atas perhatian ibu Gubernur untuk memajukan desa kami,” tambahnya.

“Terima kasih ibu Gubernur, semoga para perajin manik-manik di desa kami, bisa menerima dampak baik. Dan sangat berharap bisa menjadi salah satu dari 15 desa devisa Jawa Timur,” pungkasnya. @Nto tze


Editor: Joe Mesti

136

Baca Lainnya