Daerah

Minggu, 15 Mei 2022 - 04:46 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Musderi, Tokoh Masyarakat Tobai Tengah (Photo : Anaf/klikku)

Musderi, Tokoh Masyarakat Tobai Tengah (Photo : Anaf/klikku)

Musderi Tanggapi Ramainya Sebutan Klebun Untuk Dirinya

Sampang | klikku.net – Musderi, salah seorang tokoh masyarakat (Tomas) di Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menanggapi santai perihal ramainya sebutan klebun (Kepala Desa) untuk dirinya. Sebutan itu ramai di salah satu sosial media (Sosmed) yaitu Facebook dan juga ramai diberitakan di beberapa media online.

Menurutnya apa yang beredar selama ini dengan menyebut dirinya seorang kepala desa bukan kemauannya. Bahkan dirinya menganggap kalau dirinya masyarakat biasa. 

“Saya tidak pernah menganggap saya ini pejabat atau kepala desa,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (14/05/2022).

Pria yang biasa disebut Pak Mus itu mengatakan, dirinya bersama Penjabat (Pj) Kades Tobai Tengah, yaitu Yudhik, hanya ingin membantu kebutuhan masyarakat di desanya (Tobai Tengah). Musderi juga tidak mengetahui siapa yang sudah memposting di Facebook dengan menyebut dirinya sebagai Kepala Desa. 

“apa yang saya lakukan dan pemerintah desa sekarang semata-mata pengabdian untuk kebutuhan masyarakat, dan kalau ada yang menyebut saya kalebu n(kepala desa saya amini saja,” imbuhnya dengan senyum khasnya. 

Bahkan dirinya menegaskan, dia tidak pernah mengintervensi Pj desa Tobai Tengah dalam kebijakan apapun. 

“Saya sebagai orang Tobai Tengah hanya membantu saja kebijakan yang dilakukan oleh Pj agar tepat sasaran dan tepat manfaat.

Melihat beberapa berita yang beredar, seorang aktivis asal Pantura Sampang, Sukandar angkat bicara. Menurutnya panggilan atau sebutan kalebun untuk seseorang tidak usah dipermasalahkan. Menurut Ba Kandar sapaanya, apa yang dilakukan oleh masyarakat dengan menyebut Musderi kalebun dalam postingannya bisa saja karena mereka menjadikan dia (Musderi) seorang tokoh di desanya. 

“Sah -sah saja orang memanggil Musderi kalebun, saya sering kok dipanggil pak dewan. Asalkan dia tidak mengambil kewenangan dari aparatur desa,” kata Sukandar.


Reporter : Anaf 

2099

Baca Lainnya