Surabaya | klikku.net – Menanggapi fenomena banyaknya bisnis rintisan atau startup digital di Indonesia, tetapi tidak diiringi dengan arah yang jelas dan sinergi dari stakeholder terkait.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk berdiskusi dalam Focus Group Discussion (FGD), yang bertemakan Evaluasi Tematik Startup Digital di Indonesia, Selasa (5/7).
Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS ini, dihadiri praktisi dari inkubator bisnis dan startup binaan di Surabaya, dan lembaga pelaksana program pembinaan startup digital. Serta unit usaha startup, yang menjadi penerima manfaat program pembinaan.
“Ternyata, lembaga startup yang berkembang di Indonesia memiliki arah dan kebijakan masing-masing. Sehingga perlu adanya kesinergian di antaranya, untuk pengembangan lebih lanjut”, ujar Prakosa Grahayudiandono SE MPA, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas.
Ia menambahkan, bahwa FGD ini fokus pada pembahasan pelaksanaan inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh lembaga inkubator, proses dan kendala, serta manfaat dan evaluasi yang dirasakan oleh penerima manfaat.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai praktik pelaksanaan monitoring program startup digital, oleh setiap lembaga dan inkubator bisnis”, ujarnya.
Prakosa berharap, FGD ini mampu memperluas perspektif dari Kementerian PPN/Bappenas, tentang mekanisme pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pengendalian pada program, serta memperoleh data terbaru dan valid, dari manfaat pelaksanaan program.
“Kami ingin menggali lebih dalam mengenai kondisi riil startup digital di Indonesia. Agar dapat menjadi rujukan arah pembangunan berkelanjutan di sektor bisnis digital”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyatakan, ITS sendiri menghimpun startup yang dikembangkan mahasiswa dan alumninya. Agar lebih terarah dan memiliki potensi kelanjutan bisnis yang baik, melalui Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS.
“Kami berpesan kepada mahasiswa dan alumni ITS, untuk mampu menjadi seseorang yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan”, tutur Bambang.
Ia menyambut baik upaya Kementerian PPN/Bappenas untuk mengkonsolidasi startup yang ada di Indonesia. “Upaya ini berpotensi untuk mengarahkan startup memiliki satu tujuan yang sama. Sehingga proses pengembangan bisnis digital semakin terarah”, ungkapnya.
Sementara itu, Manajer Senior ILBI ITS Ir Baroto Tavip Indrojarwo MSi menyatakan, bahwa tidak hanya mengembangkan inovasi di bidang teknologi. Tetapi juga menjadi kampus yang turut menguatkan inovasi dari sisi entrepreneur.
“ILBI ITS membuka peluang sebesar-besarnya, dan turut mengarahkan bahkan memfasilitasi mahasiswa Indonesia, terkhusus mahasiswa ITS, dalam menumbuhkan startup besutannya”, tandasnya.
“Semoga apa yang telah dilaksanakan ILBI ITS sebagai lembaga inkubator bisnis ini. Mampu memberikan pandangan yang luas, mengenai mekanisme pelaksanaan inkubasi bisnis”, pungkasnya penuh harap. @Nto tze
