Pendidikan

Senin, 12 September 2022 - 09:00 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Cegah Kasus Bullying dan Pelecehan Seksual, KPAI Sosialisasi Merdeka Belajar Tanpa Bullying di SGS

Surabaya | klikku.net – Guna mencegah terjadinya kasus bullying dan kekerasan seksual, khususnya di lingkungan sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Surabaya gelar sosialisasi Merdeka Belajar Tanpa Bullying di SMP Surabaya Grammar School (SGS), Grand Pakuwon Surabaya, Senin (12/9).

Menurut Ketua KPAI Surabaya Saiful Bachri, kegiatan sosialisasi atau penyuluhan anti bullying pada anak-anak usia sekolah, sangat penting untuk dilakukan.

“Ini penting, agar para siswa bisa saling menghargai dan menghormati, baik antar siswa, kepada guru dan orang tua. Ini bisa meminimalisir terjadinya kasus bullying, maupun kekerasan dan pelecehan seksual,” ujarnya.

Ia menambahkan, Anak-anak harus mengetahui hak-haknya. Diantaranya adalah hak untuk bermain, pendidikan, perlindungan, nama, kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan, peran dalam pembangunan.

“Selain itu, anak-anak harus mengerti, cara-cara untuk melindungi diri. Bagaimana berani mengutarakan persaaan, serta paham bahwa tubuh adalah milik pribadi. Bahwa wajah, dada, pantat, dan alat kelamin, adalah area yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Dan tidak boleh sembarang orang, bermain-main dengan tubuh kita,” ungkapnya.

“Untuk itu, KPAI mendorong agar anak-anak harus berani melawan, bisa berteriak, mendorong, serta memukul. Apabila menjadi korban atau obyek pelecehan dan kekerasan seksual,” tuturnya.

Ia juga meminta agar anak-anak cerdas dalam memilih pergaulan. Serta tidak melakukan candaan secara berlebihan. Karena itu bisa menjadi tanda awal bullying, maupun kekerasan dan pelecehan seksual.

“Karena itu, carilah pertemanan yang baik, dan jangan mudah terpancing secara emosi. Buktikan bahwa kalian bisa mandiri dan berprestasi, memiliki kebanggan, dan punya cita-cita setinggi langit,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP SGS Esti D. Purwitasari menyatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pembekalan dan pengetahuan pada siswa-siswinya. Agar mereka siap, apabila menghadapi kasus bullying, ataupun pelecehan dan kekerasan seksual.

“Sebab, kejadian ini bisa terjadi dimana saja. Baik di lingkungan sekolah, jalanan, bahkan rumah. Sehingga mereka paham cara menghadapinya,” ujarnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga memberi pemahaman, sejauh mana mereka bisa bercanda. Bahwa ada batasan-batasan, dimana mereka bisa disentuh atau menyentuh bagian tubuh orang lain. Serta membatasi perilaku ataupun ucapan yang menurut mereka, mungkin hanya candaan. Tetapi, bisa jadi itu menyinggung perasaan orang lain. Sebab, banyak kasus bullying, yang pada akhirnya mengarah pada kekerasan dan pelecehan seksual,” pungkasnya. @Nto tze


 

47

Baca Lainnya