Bangkalan | klikku.net — Ketua Umum DPP Aliansi Pemuda Nasional Abdullah Amas mendesak KPK mengusut tuntas kasus gurita mega korupsi di Bangkalan Jawa Timur yang dalam beberapa waktu ini menyita perhatian publik.
“Tindakan korupsi yang diduga telah dilakukan pejabat tinggi Pemkab Bangkalan termasuk bisa dikembangkan pada kasus lain juga perlu untuk diusut sampai tuntas seperti yang disampaikan KPK, APN siap mengkonsolidasikan pegiat anti korupsi yang melawan dinasti korup seluruh Indonesia terutama jaringan pelajar dan mahasiswa Bangkalan di Jakarta,” tegasnya.
Amas yang juga Ketua DPW Syarikat Islam Indonesia (SII) Jawa Timur ini menyebut dukungan media yang masif untuk mengawal ini juga perlu dilakukan agar membantu KPK secara fundamental mengusut dugaan korupsi lain tersangka KPK Bupati R Latif Amin.
Pihaknya juga mengapresiasi Media Klikku ini yang sejak awal dan pertama memblow up kasus ini sampai jebol di KPK
“Tentu ini mendapat nilai tersendiri bagi klikku dalam sejarah pemberantasan Korupsi oleh KPK di Bangkalan,” tegasnya menambahkan.
Pihaknya juga mengaku akan terus mengawal kasus-kasus di Bangkalan dengan tuntas.
“Kita satu gong yaitu memberantas korupsi dan menjamin pemerintahan Bangkalan tidak ada lagi Korupsi, kita tendang keluar pejabat-pejabat korup dari Bangkalan dan menjadi jihad kita, jangan kalah dengan keberanian Klikku dan rekan rekan untuk berjihad dan melakukan intifadhah sosial skala besar-besaran, kita rebut Bangkalan dari sengkuni, copet dan barisan maling yang selama ini melakukan hal-hal kotor berupa KKN di Bangkalan,” tegas Amas.

Sebagai pimpinan sejumlah ormas Islam seperti SII, dirinya mengajak bersama media dan elemen lain untuk meningkatkan skala perlawanan terhadap barisan oknum korup di Bangkalan
“Dugaan menerima 70 miliar seperti yang diunggah media radar baru ini adalah perbuatan yang memalukan, tadinya kita mengira beliau akan mengharumkan kembali nama Bangkalan tapi yang terjadi malah sebaliknya,” kata Amas menyesalkan..
KPK menurutnya harus terus mengusut tuntas dugaan KKN lain termasuk program dari dana hibah APBN yang selama ini mengalir ke Bangkalan.
“Kalau tidak salah kan pengamatan kami itu laporan masuk dari aktivis yang tidak banyak omong seperti Abdur Rahman dan Yodika, lalu yang menekan terus dari klikku sampai goal maka KPK juga perlu memberi apresiasi kepada media dan elemen yang sangat membantu sekali dalam mempermudah pemberantasan korupsi,” tegasnya.
Reporter : Anam
