Ekonomi Bisnis Komunitas Lifestyle

Senin, 19 Desember 2022 - 11:39 WIB

3 tahun yang lalu

logo

PMTS gelar Talkshow Mengapa Belajar Bahasa Mandarin

Surabaya | klikku.net – Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) bersama Yayasan Seni Budaya Indonesia China (Indonesia Chinese Cross Culture), menggelar talkshow Mengapa Belajar Bahasa Chinese, di Atrium Lenmarc Mall, Surabaya, Sabtu (17/12).

Kegiatan ini menghadirkan 2 nara sumber sebagai pembicaraan, yakni cendikiawan muslim DR. Novi Basuki, dan Guru di sekolah tiga bahasa “Little Sun”  Yovita Santoso, B.Ed. M.M. 陈慧莲. Serta Rektor Universitas Ma Chung Malang Assoc. Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, SE., M.Si., sebagai moderator.

Hadir sejumlah pengurus dan anggota berbagai yayasan dan perkumpulan Tionghoa di Surabaya. Serta anggota delegasi Kamar Dagang Umum Sabah China (Sabah China Chamber of Commerce), Malaysia.

Membuka talkshow, Murpin Josua Sembiring menginformasikan tentang perkembangan pesat negara Tiongkok di berbagai bidang, khususnya ekonomi. Sehingga bahasa Mandarin menjadi semacam bahasa ekonomi.

Sementara itu, Novi Basuki sebagai pembicara pertama, menyampaikan pentingnya belajar bahasa Mandarin yang mencerdaskan otak. “Bahasa Mandarin itu simpel dan bermakna. Serta dituturkan terbanyak di dunia,” ujarnya, yang menyelesaikan pendidikan S1, S2, dan S3 di Tiongkok.

Ia juga menyampaikan cara cepat belajar bahasa Mandarin, yakni dengan menciptakan lingkungan berbahasa, mencintai bahasa dan budayanya, serta memperjelas tujuan belajar bahasa untuk menentukan metode pembelajaran.

“Bahasa Mandarin penuh filosofi. Sayangnya sentimen Anti China di negara kita masih kental. Kita butuh talenta yang menjelaskan Tiongkok dan Tionghoa, guna mempererat hubungan dua negara,” tegas Novi.

Yovita Santoso yang berprofesi sebagai seorang guru, meminta orangtua mengharuskan anak agar belajar bahasa Mandarin sejak usia dini. “Bahasa Mandarin menjadi kebutuhan yang diminati semua lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, ras dan agama,” ungkapnya.

“Saat ini, bahasa Mandarin tak hanya digunakan untuk pekerjaan, tapi juga traveling dan hiburan (entertainment),” pungkasnya.

Chandra Wurianto Woo, selaku Ketua Yayasan Seni Budaya Indonesia China menyampaikan, kegiatan ini digelar agar masyarakat memahami pentingnya belajar bahasa Mandarin.

“Apalagi hubungan Indonesia dan Tiongkok sangat erat, baik di bidang perdagangan maupun pertukaran pelajar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, jika dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar talkshow yang membahas tentang tradisi warga Tionghoa di Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Koordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya H. Abdullah Nurawi, bahwa kegiatan ini juga bertujuan memotivasi anak muda tentang pentingnya belajar bahasa Mandarin.

“Karena untuk berbisnis dengan pengusaha atau pedagang asal Tiongkok, perlu menggunakan bahasa Mandarin,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, pengurus PMTS juga memperkenalkan pengurus Muda Mudi PMTS yang baru saja dibentuk. Menurut Sekretaris PMTS Rasmono Sudarjo, pembentukan pengurus Muda Mudi PMTS ditujukan untuk regenerasi organisasi. @Nto tze


 

411

Baca Lainnya