Bangkalan | klikku.net — Menjadi bagian dari Lembaga Sekolah Dasar Negeri berupa status sekolah penggerak mempunyai perbedaan tersendiri dan menuntut agar kepala sekolah bersama jajaran dewan guru untuk lebih berinovasi sesuai dengan program yang telah dicanangkan dalam kurikulum merdeka mengajar.
Pada keterangannya Mohammad Lutfi Ketua Korwil Tanah Merah saat menhadiri dan membuka momen Gelar Karya Proyek Penguatan Pprofil Pelajar Pancasila dengan menyertakan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Sampah Ke Sayang di UPTD Lembaga SDN Patemon mengungkapkan sebagai bentuk nyata dari program sekolah penggerak kurikulum merdeka yang sudah berjalan satu semester, walimurid dan komite UPTD SDN Patemon, bahwa untuk sekolah yang mendapat kehormatan untuk menjadi sekolah penggerak menurutnya hal itu tidak ringan, dari jumlah kompetitor pesertanya yang ratusan di Kabupaten Bangkalan namun yang terjaring layak untuk mendapat kehormatan hanya 36 lembaga dan terbanyak kata Lutfi yakni dari Kecamatan Tanah Merah yaitu sejumlah 5 lembaga, diantaranya SDN Patemon, SDN Petrah 1, SDN Tanah Merah Laok 3, SDN Tanah Merah Laok 2 dan SDN Kendaban 2.
“Amanah itu benar-benar dilaksanakan untuk bisa menghantarkan putra-putri tidak ringan, tadi kita sudah mendapat suguhan keterampilan tarian yang diadobsi dari seni samman dari Daerah Istimewa Aceh, itu dewan guru yang melatih berhari-hari agar mendapat ilmu yang beragam, akademik, keterampilan seni budaya disampaikan pada putra-putri yang kurang kuat memahami ilmu pengetahuan yang terkait kecerdasan masing-masing, anak didik menurutnya mempunyai kelebihan dan kelemahan ada yang lebih mampu dibidang diseni, ada yang lebih kuat kemampuannya di bidang olahraga namun mempunyai kelemahan dibidang keterampilan lain peran guru agar anak didik dibina oleh para guru dibimbing sesuai kemampuannya, sekolah membimbing semua disiplin ilmu pengetahuan agar kelak bisa memilih sesuai minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa,” terang Lutfi dihadapan segenap hadirin.
Program sekolah penggerak ini kata Lutfi tidak bisa menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja akan tetapi ada kerjasama yang secara komprehensip dan menyeluruh dari lembaga pendidikan baik dari komite, kades, masyarakat, orang tua katanya harus saling bersinergi sehingga dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
“Sekarang nampak ada perbedaan antara penerapan kurikulum sebelumnya maupun dengan kurikulum merdeka, kami menyaksikan ada gebrakan yang menunjukkan perbedan antara kurikulum sebelumnya dan yang sekarang, anak didik tidak hanya diberi bekal theoritis dan keterampilan saja akan tetapi anak didik juga dinilai penerapan keilmuannya,” jelas Lutfi.
Saat ini kata Lutfi proyek penerapan profil pelajar pancasila yaitu pelajar yang dicetak agar memiliki kepekaaan sosial, peka terhadap lingkungan sekitar maka sekola yang dapat kehormatan menjadi penyelenggara pelajar kata Lutfi harus bisa mencermati kearifan lokal untuk diangkat menjadi bekal pada masadepan anak didik.
“Misal di SDN Patemon karena sampah banyak berserakan kepsek dan guru tanggap agar sampah tidak jorok dan kotor, tetapi sampah ketika diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bernilai positiv seperti yang disampaikan oleh ibu Fauziah dibentuk menjadi bunga, pernak pernik kemudian dihiasi, pos bunga bernilai seni, demikian anak didik yang tidak tahu tentang seni bisa memperagakan seni bisa mengadopsi seni dari aceh yang terkenal Samman Aceh,” kata Lutfi menjelaskan.

Foto : dok klikku Anam.
“Ini karya putra putri ada yang bisa membuat jajan membuat kembang, membuat bingkai foto, kami minta diapresiasi, kalau ingin beli silakan di SDN kemarin jajannya dibeli oleh ibu dan bapak dan wali murid sampai saya diminta kepsek untuk membelinya juga, namun sudah tidak kebagian ludes duluan,” tambahnya.
“Terimaksih atas apresiasinya bahwa ibu Siti Fauziah dengan dewan gurunya tidak menyia-nyiakan amanah dalam keadaan sarpras yang terbatas tidak memadai mereka masih berupaya untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat, toiletnya kami lihat sae berse padahal halamannya cuma sekelan atau terbatas namun dari kemauan yang tinggi dari kepsek untuk memaksimalkan pengabdiannya pada masyarakat Patemon, Mohon dukungannya pada ibu Siti Fauziah dia mempunya jiwa pembaharu di SDN Patemon, terimaksi pada kades, komite dan orang tua, dengan ucapan bismillah rangkaian proyek profil pancasila SDN Patemon saya nyatakan dibuka dan dimulai,” kata Lutfi mengakhiri sambutannya diatas pentas.
Reporter : Anam
