Bangkalan | klikku.net — Fenomena baru kini ditemukan di Kota Dzikir dan Shalawat khususnya daerah perkotaan paska ditahannya enam pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus asesmen jabatan kepala dinas dan jajarannya dengan harga Rp 100 juta hingga 150 juta rupiah dengan bermunculan reklame ajakan annadhofatu minal iman.
Reklame itu sebelumnya diketahui banyak memanpangkan foto R Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan dan saat ini didominasi dengan reklame ajakan kebersihan dengan memunculkan foto beberapa pejabat DPRD Provinsi maupun DPRD Pusat.
Melihat banyaknya reklame kebersihan itu Yodika Saputra aktivis wilayah setempat mengaku menyayangkan sebab baginya masyarakat Bangkalan sedang bersedih selepas ditangkapnya Bupati R Latif namun saat proses penahanan masih belum rampung foto Bupati R Abdul Latif di beberapa reklame wilayah kota sudah banyak diganti dengan foto tokoh lain.
”Ya kami prihatin pada beberapa reklame foto Bupati Ra Latif sudah banyak diganti dengan selogan kebersihan sebagian dari iman, dengan mengganti foto dengan tokoh lain baik itu dari anggota DPRD Provinsi maupun Pusat,” ujar Yodika menyampaikan tanggapannya.
Sementara itu Ketua Pusat Analisis dan Kajian Infornasi Strategis (PAKIS) Abdurahman Tohir yang memaknai ‘tak pantas’ akan penggantian banner mantan Bupati Bangkalan yang terjerat KPK tersebut.
Mantan anggota komisi D DPRD Bangkalan ini juga menjelaskan beberapa poin lain terkait pemasangan banner tersebut, yang dirasanya disetting oleh pihak tertentu.
“Ingin dan seolah bupati dan pejabat lain yang ditangkap KPK, ini lho setelah ini tokoh-tokoh yang pantas menggantikan kursi bupati, Dimana dimaknai bahwa Bangkalan sedang melakukan gerakan bersih-bersih dari pejabat yang korup,” terangnya.
Sudah menjadi rahasia umum menurut Abdurrahman Tohir bahwa saat ini Bangkalan sedang prihatin secara moral dan hukum terkait Bupati dan pejabat lainnya tersandung hukum (di tahan KPK). Dan pihaknya yakin sebaiknya pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar mengkaji dan mengevaluasi terkait gambar gambar tersebut, dan orang-orang yang ada digambar tersebut tidak tahu dan tidak menuju kearah yang dimaksud dalam penjelasan diatas.
Reporter : Anam
