Surabaya | klikku.net – Merayakan Tahun Baru Imlek 2574, SD Surabaya Grammar School (SGS) Wisata Bukit Mas menggelar kegiatan Mandarin Day & Trip to China, Jumat (27/1).
Menurut Kasek SD SGS Feriana Susanti, S.Pd., M.M., melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajarkan pada seluruh siswa untuk saling menghormati dan menghargai sesama.
“SGS adalah sekolah multi culture & religion. Dimana siswa kami terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan etnis. Karena itu kami ingin agar para siswa membiasakan diri untuk respect each other. Sebab perbedaan inilah yang menyatukan kita, sesuai dengan NKRI,” ujarnya.
Selain itu, perayaan Imlek di sekolah tahun ini digelar secara istimewa. Dimana kegiatan di buka dengan penampilan kolaborasi guru & siswa dalam memainkan Drum Cina.
“Semua siswa pemenang lomba menyanyi, juga diwajibkan tampil untuk unjuk kebolehan. Dan diakhiri dengan flash mob dance bersama,” ungkapnya.

Tahun ini, sekolah juga menggelar kegiatan simulasi Trip to China. Dimana siswa akan diajak untuk berwisata dan mengunjungi sejumlah kota di China, di antaranya Guangzhou, Shanghai, Beijing dan Xianggang.
“Dalam simulasi ini, setiap siswa akan diminta memainkan sebuah permainan, di setiap kota yang dikunjungi. Karena harus melewati imigrasi. Maka, setiap siswa mendapatkan paspor buatan, yang berisi data-data siswa. Setiap menyelesaikan sebuah permainan, maka paspor siswa akan distempel. Yang nantinya, paspor yang sudah ber stempel bisa ditukar dengan permen jelly berbentuk jeruk dan angpao berisi coklat koin,” tuturnya.
Ia menegaskan, dalam kegiatan ini juga mengandung banyak life skill. Bagaimana mereka harus bersikap saat mengikuti proses imigrasi. Serta ketrampilan saat memainkan permainan di tiap kota.

“Di tiap kota yang dikunjungi, kami siapkan permainan yang berbeda-beda. Di kota Xianggang para siswa diminta membuat dimsum atau dumpling. Di kota Beijing, mereka harus menyusun puzzle bergambarTembok Besar China. Di kota Shanghai, anak-anak harus memasukkan anak panah ke dalam keranjang. Dan di kota Guangzhou, siswa diminta memindahkan kacang shanghai dengan sumpit,” tuturnya.
Feriana berharap, para siswa bisa merasakan keseruan jalan-jalan ke China. “Meski hanya dalam bentuk simulasi,” pungkasnya. @Nto tze
