Surabaya | klikku.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta maaf kepada warga, atas banjir parah yang menggenangi kawasan Mayjend Sungkono.
Dia mengaku harus mengambil keputusan dengan cepat, di antara opsi-opsi yang tidak mudah. Pertama, air menggenangi jalanan di kawasan Mayjend Sungkono. Kedua, memilih opsi air menerjang permukiman warga secara lebih parah.
“Karena itu, saya mohon maaf harus mengambil keputusan mengalirkan air ke jalanan, daripada ke rumah warga. Karena curah hujan yang tinggi, tadi pelapis tanggul sungai di kawasan Kembang Kuning jebol sekitar 20 meter,” ujar Cak Eri, dikutip dari instagram pribadinya @/ericahyadi_, Jumat (28/4).
Eri mengatakan, Pemkot Surabaya langsung bergerak cepat mengerahkan 40 personel satgas dinas terkait, untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.
“Nah, ketika perbaikan itu dilakukan, sejumlah aliran pintu air ditutup,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika tidak ditutup, tembok tanggul yang jebol bisa semakin meluas. Akibatnya, akan membuat permukiman warga terimbas lebih parah. Karena pintu air ditutup, aliran air menuju ke arah Mayjen Sungkono dan mengakibatkan banjir.
“Ini pilihan yang harus diambil, karena untuk meminimilisasi terjadinya banjir yang meninggi di daerah Kembang Kuning dan sekitarnya, yang menjadi permukiman warga,” tuturnya.
Selain semua perbaikan tuntas hari ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja luar biasa, hingga banjir telah surut.
“Wajib saya laporkan ke warga. Ketika hujan deras, genangan air berpotensi muncul. Tapi akan segera surut,” ujarnya.
Tahun ini, Pemkot Surabaya terus melanjutkan penataan infrastruktur saluran air, agar lama dan luas genangan semakin susut.
“Kita lebih teliti membangun saluran air, agar tidak asal-asalan. Supaya tidak ditata di sini, tapi berakibat banjir di sana,” tambahnya.
“Sekali lagi, saya mohon maaf atas pilihan-pilihan sulit, yang harus kami ambil imbas jebolnya pelapis tanggul di kawasan Kembang Kuning hari ini,” pungkasnya. @Nto tze
