Ekonomi Bisnis Transportasi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 11:35 WIB

3 tahun yang lalu

logo

TTL Bahas SOP & Penyediaan Tempat Pemeriksaan Karantina untuk Dukung Efisiensi Biaya Logistik

Surabaya | klikku.net – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, melakukan pembahasan Standar Operating Prosedur (SOP) Pemeriksaan Karantina dan penyediaan Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK) di dalam area terminal (lini 1) Pelabuhan Tanjung Perak.

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut upaya peningkatan layanan dan tata kelola operasi.

Hadir dalam pembahasan tersebut kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tanjung Perak, kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, direksi PT Terminal Teluk Lamong dan direksi PT Terminal Petikemas Surabaya.

Menurut kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Muh. Anto Julianto, SOP ini akan segera difinalisasi untuk dilanjutkan dengan proses uji coba. “Nanti setelah finalisasi, SOP ini akan disosialisasi kepada pengguna jasa” ujarnya.

Dengan penyediaan tempat pemeriksaan karantina di dalam area terminal (lini 1) ini, akan dapat memangkas waktu dan biaya pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan diluar area terminal (lini 2). Karena pengguna jasa tidak perlu mengeluarkan biaya pemindahan petikemas keluar terminal, untuk pemeriksaan karantina.

Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong Kalbar Yanto menjelaskan, bahwa tim teknis yang telah dibentuk di TTL, akan mendukung penuh upaya percepatan finalisasi SOP ini,

“Dengan adanya SOP ini, layanan pemeriksaan karantina akan memiliki standar yang sama di semua terminal sehingga pengguna jasa akan lebih mudah dan puas,” jelasnya.

“Dengan adanya SOP ini, diharapkan pengguna jasa tidak lagi membandingkan tingkat kepuasan atas layanan pemeriksaan antar terminal. Serta dengan adanya tempat pemeriksaan karantina di dalam area terminal, dapat mendukung komitmen Pelindo bersama stakeholder untuk bersama-sama menurunkan biaya logistik nasional,” pungkasnya.


 

210

Baca Lainnya