Surabaya | klikku.net – Sebagai bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) gelar kegiatan edukasi terkait pentingnya pemeriksaan profil lipid dan glukosa darah, untuk pencegahan stroke dan penyakit jantung, di kawasan Dupak Bandarejo, Surabaya, Minggu (3/9).
Menurut ketua pelaksana kegiatan dr Olivia Herliani, M.Si, kegiatan bekerjasama dengan Puskesmas Dupak dan RW 3 Dupak Bandarejo tersebut, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
“Khususnya terkait faktor resiko, gejala, dan cara pencegahan, serta pemeriksaan glukosa darah dan profil lipid, dalam mencegah penyakit jantung dan stroke,” ujarnya.
dr Olivia menambahkan, kawasan Dupak Bandarejo dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat FK-UWKS, karena merupakan kawasan hunian yang cukup padat di Surabaya.
Apalagi, rata-rata penghuninya merupakan masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Hingga, menjadi hambatan terciptanya hidup sehat.
“Diharapkan kegiatan ini dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi perilaku hidup sehat. Untuk mencegah terjadinya stroke dan penyakit jantung,” ungkapnya.
“Selain itu, juga meciptakan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mandiri profil lipid dan glukosa darah. Yang merupakan indikator penting dalam mendeteksi resiko stroke dan penyakit jantung,” pungkasnya.

Sementara itu, dr Chenny Andriani Wiyono, Sp.N selaku pemateri menyatakan, penyakit jantung menduduki peringkat pertama sebesar 35% di Indonesia pada 2016. Sedangkan prevalensi stroke, naik dari 7% menjadi 10,9% pada tahun 2018.
“Penyakit jantung dan stroke, merupakan penyakit katastopik yang memiliki dampak komplek bagi penderita, keluarga dan lingkungannya, juga perekonomian,” ungkapnya.
“Untuk itu, perlu langkah pencegahan skala besar. Dimana salah satunya dapat dilakukan melalui penyuluhan dan penyampaian pesan-pesan kesehatan kepada kelompok masyarakat secara langsung dan terkonsentrasi. Mengenai faktor resiko, etiologi, gejala, pengobatan, dan dampak dari stroke dan penyakit jantung,” tuturnya.
Dengan harapan, dapat meningkatkan pengetahuan, serta mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat. Baik secara individu ataupun kelompok, untuk tercapainya tujuan hidup sehat.

Dia menambahkan, apalagi terdapat cara mudah untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut.
“Yakni dengan melakukan pemeriksaan rutin kadar glukosa darah dan profil lipid, yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan dalam tubuh secara kuantitatif, terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi,” ujarnya.
Selain mendapatkan penyuluhan, peserta kegiatan juga mendapatkan pre dan post test, untuk mengetahui apakah terjadi perubahan atau peningkatan pengetahuan, setelah pelaksanaan penyuluhan.

Setiap peserta juga mendapatkan pemeriksaan berat dan tinggi badan, tekanan darah, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kolesterol, trigliserida dan glukosa darah, serta pemeriksaan faktor2 resiko stroke dan konsultasi dokter secara gratis.
Semua peserta juga mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan secara gratis, konsumsi, souvenir dan tali asih.
