Hukrim

Selasa, 16 Januari 2024 - 15:24 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Mengaku Takut Ketinggian, Kuli Bangunan di Surabaya Pilih Jadi Pengedar Narkoba

Surabaya | klikku.net – Unit Reskrim Polsek Gayungan menangkap DE (21), salah satu dari tiga orang anggota sindikat penjualan pil koplo. Pria asal Benowo Surabaya tersebut, bertindak sebagai pengedar.

Menurut Kapolsek Kompol Catur, DE telah terjun dalam bisnis haram tersebut, selama empat bulan terakhir.

‘Setiap bulannya, DE bisa menjual ratusan pil koplo dalam kemasan toples, pada sejumlah temannya yang masih berusia remaja dan berstatus mahasiswa”, ujarnya, Selasa (16/1).

“Harga yang dipatok sekitar Rp90 ribu untuk setiap 10 butir. Sementara DE membeli pil koplo dari sosok VK yang masih buron, sekitar Rp800 ribu per toplesnya”, tuturnya.

Kompol Catur menambahkan, sebelum menjadi pengedar narkoba, DE berprofesi sebagai kuli bangunan proyek.

“Namun tersangka mengaku memiliki phobia ketinggian. Hingga ia sering dimarahi mandor proyek, karena takut naik tangga dan kinerjanya tidak maksimal. Akhirnya, karena tidak ada pekerjaan. DE memutuskan menjadi pengedar pil koplo”, ungkapnya.

“Selain menjadi pengedar, DE juga merupakan pemakai. Hingga, kadang barang ini juga ia pakai sendiri”, pungkasnya.

Sementara kedua tersangka lainnya adalah TD (26). Warga Balongsari, Tandes, Surabaya yang berprofesi sebagai montir bengkel motor ini, bertindak sebagai kurir pengiriman pil koplo. Dan terakhir adalah MK (28) warga Banjarsugihan, Tandes, Surabaya, yang telah dipindahkan penahanannya ke ruang tahana Kejari Surabaya.

Dari tangan ketiganya, pihak kepolisian berhasil menyita sekitar 230 butir pil koplo dan uang tunai transaksi sekitar Rp370 ribu.


 

652

Baca Lainnya