Surabaya | klikku.net – Fakultas Universitas Wijayak Kusuma Surabaya (FKUWKS) menggelar kegiatan webinar melalui virtual zoom, Sabtu 11 Mei 2024.
Kegiatan tersebut bertajuk Penguatan dan Realisasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Kec. Dukuh Pakis Dalam Upaya Pencegahan Stunting Menggunakan Media Edukasi Ular Tangga.
Terlihat melalui virtual zoom sebanyak 200 Kader Surabaya Hebat (KSH) hadir mengikuti kegiatan webinar, dengan narasumber dr.Made Subhawa Harsa, M.Si, AIFM., AIFO-K., AP.KOM., CH., CHt bersama tim dosen dan mahasiswa FK UWKS yaitu dr.olivia Herliani, M.Si., dr. Kartika Ishatadiati, M.Kes., dan Noer Kumala Indahsari, S.Si, M.Si, beserta 3 mahasiswa: Ni Putu Kharisma Ardiana Putri, Lutfiafliri Sutanur dan Salman Huda Nazila.

Menurut dr.Made, dengan adanya kegiatan webinar ini penting untuk menyampaikan kepada para kader KSH terkait dengan bagaimana memberikan dengan bahasa yang mudah istilah-istilah medis terkait dengan pencegahan stunting sehingga batita, balita serta remaja putri dapat mengenal, memahami dan merealisasikan kegiatan positif dan meminimalisir kegiatan negatif dalam permainan ular tangga dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Dr. Made menjelaskan bagaimana makna tangga naik yang berarti aktifitas positif yang dilakukan untuk mencegah stunting dan makna tangga turun yang berarti aktifitas yang harus dihindari untuk pencegahan stunting. Seperti misal aktifitas positif : Jika terpenuhi gizi(nasi, lauk, buah dan sayur), maka anak menjadi lebih sehat dan cerdas, tapi jika sebaliknya (makna tangga turun), maka anak menjadi gampang sakit.
“Data studi Status gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes RI, prevalensi Angka Stunting di Surabaya menurun secara signifikan mulai tahun 2021 (28,9%), menjadi 4,8% di tahun 2022, lalu ditargetkan 2024 menurun menjadi 14%. Tetapi Pemkot surabaya berusah untuk menjadikan Surabaya bukan sekedar zero stunting tapi juga zero kasus baru di tahun 2024,” ujar dr. Made saat memberikan materi.
Sementara itu Noer Kumala Indahsari, S.Si.M.Si, sebagai PIC acara webinar zona 1 ini menambahkan, sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan kader kesehatan yang merupakan pioner masyarakat menjadi garda terdepan yang nantinya akan memberikan dan mendampingi anak-anak balita dan batita serta remaja putri sebagai calon ibu sebagai target indikator utama kelompok sasaran percepatan penurunan stunting.
Harapannya para kader kesehatan di wilayah Dukuh Pakis ini dapat meminimalisisr bahkan tidak ada remaja yang mengalami anemia dan kekurangan energi kronis untuk antipasi sedini mungkin persiapan kehamilan yang sehat untuk melahirkan bayi yang sehat bebas stunting begitu pula kepada para batita dan balitanya.
“Permainan ular tangga adalah permainan yang kooperatif dimana dapat memberikan kesempatan kepada para pemain untuk melakukan interaksi dan berpartisipasi aktif,” paparnya.
Maka ketika pembiasaan realisasi permainan ular tangga ini berjalan maka target surabaya zero stunting akan lebih mudah dicapai dalam waktu yang sangat singkat.
kami akan terus mengadakan evaluasi semua proses sampai akhir kegiatan ini untuk dapat merencanakan perbaikan kedepannya.
Terakhir kami sangat berterimakasih pada LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UWKS yang telah berkonstribusi memberikan bantuan dana untuk terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Penerbit Admin
